English Version | Bahasa Indonesia
Registration | Login Monday, June 27, 2016

Begitu dekatnya dengan alam, orang Jawa menyebut matahari dengan Sang Hyang Surya, bulan disebut Sang Hyang Candra, dan angin disebut Sang Hyang Bayu. Semua penyebutan itu bersifat penghormatan. Kalau ada gerhana matahari atau bulan, orang Jawa mengira bahwa matahari atau bulan itu dimakan oleh raksasa. Semua orang lantas melakukan kothekan dengan memukul lesung dan kenthongan dengan maksud agar raksasa itu segara melepaskan matahari dari mulutnya. Sebagian besar orang Jawa mata pencahariannya adalah bercocok tanam, yang selalu berkaitan dengan tanah. Tanah dalam bahasa krama adalah siti dengan akronim isine bulu bekti. Banyak upacara tradisional yang bertujuan untuk menghormati tanah. Contohnya upacara babak bumi. (Dari berbagai sumber)


Read : 1449 time(s).


Share




Leave your comment !



TOURISM OBJECT

  • Visitor Statistic

           Online: 990
     Today: 5.309
     Yesterday : 5.101
     Last week : 51.773
     Last month : 241.032
     Total : 13.570.734
    Since May 20th, 2010