English Version | Bahasa Indonesia
Registration | Login Monday, September 26, 2016

Begitu dekatnya dengan alam, orang Jawa menyebut matahari dengan Sang Hyang Surya, bulan disebut Sang Hyang Candra, dan angin disebut Sang Hyang Bayu. Semua penyebutan itu bersifat penghormatan. Kalau ada gerhana matahari atau bulan, orang Jawa mengira bahwa matahari atau bulan itu dimakan oleh raksasa. Semua orang lantas melakukan kothekan dengan memukul lesung dan kenthongan dengan maksud agar raksasa itu segara melepaskan matahari dari mulutnya. Sebagian besar orang Jawa mata pencahariannya adalah bercocok tanam, yang selalu berkaitan dengan tanah. Tanah dalam bahasa krama adalah siti dengan akronim isine bulu bekti. Banyak upacara tradisional yang bertujuan untuk menghormati tanah. Contohnya upacara babak bumi. (Dari berbagai sumber)


Read : 1492 time(s).


Share




Leave your comment !



TOURISM OBJECT

  • Visitor Statistic

           Online: 471
     Today: 1.658
     Yesterday : 4.704
     Last week : 37.149
     Last month : 202.205
     Total : 14.160.261
    Since May 20th, 2010