English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Senin, 1 September 2014

Gumuk Pasir

Gumuk Pasir

Rating : 1.9 ( 7 pemilih )

GUMUK PASIR

Alamat : Parangtritis, Parangtritis, Depok, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Koordinat GPS : -7.966758,110.309372

Share



A. Selayang Pandang

Sebagai negara yang terletak di garis khatulistiwa, Indonesia memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi. Namun siapa sangka, di negara yang subur ini terdapat fenomena alam yang unik berupa gumuk pasir yang mirip dengan padang gurun di negara-negara timur tengah. Fenomena Gumuk Pasir ini dapat ditemui di sepanjang muara Sungai Opak hingga Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.

Pada mulanya, masyarakat yang tinggal di sekitar Gumuk Pasir tidak mengetahui akan keelokan serta keunikan yang dimiliki oleh Gumuk Pasir Parangtritis. Mereka mengira itu hanyalah fenomena alam yang lazim dijumpai di tempat-tempat lain. Namun, setelah Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada sering menerima tamu dari luar negeri yang kemudian diajak berkunjung ke kawasan gumuk, barulah masyarakat tahu bahwa Gumuk Pasir tersebut merupakan ‘harta karun’ atau warisan dunia (world heritage). Bahkan Gumuk Pasir ini merupakan satu-satunya fenomena alam yang ada di daerah Asia Tenggara.

Gumuk Pasir sendiri merupakan fenomena alam berupa gundukan-gundukan pasir menyerupai bukit akibat dari pergerakan angin. Istilah gumuk sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti gundukan atau sesuatu yang menyembul dari permukaan yang datar. Secara morfoganesa (proses terjadinya gumuk pasir), terjadinya Gumuk Pasir di sepanjang Pantai Parangtritis tak bisa lepas dari keberadaan Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Kali Opak, Kali Progo, dan Pantai Parangtritis.

Partikel pasir yang membentuk gumuk-gumuk pasir berasal dari material vulkanik Gunung Merapi yang dibawa aliran Sungai Opak dan Sungai Progo menuju laut selatan. Sesampainya di muara, material vukanik tersebut dihantam gelombang Samudra Indonesia yang kuat. Material tersebut mengalami penggerusan hingga berubah menjadi butiran pasir yang sangat halus.

Butiran pasir ini diterbangkan angin laut ke daratan. Ketika sudah berada di daratan, butiran pasir halus ini terus mengalami pergerakan sesuai dengan hembusan angin. Pada musim peralihan, angin bertiup sangat kencang dan membawa pasir lebih banyak hingga terbentuklah gundukan-gundukan pasir menyerupai bukit yang disebut dengan Gumuk Pasir. Proses pembentukan gumuk pasir ini memakan waktu ribuan tahun sebelum menghasilkan fenomena gumuk pasir seperti yang dapat ditemui saat ini.

Gumuk Pasir Parangtritis mempunyai kondisi yang sangat spesifik, salah satunya adalah perubahan suhu yang sangat ekstrim antara siang dan malam hari. Hal ini menyebabkan hanya flora dan fauna tertentu saja yang bisa bertahan di kawasan ini. Anda yang memiliki ketertarikan khusus menyangkut fanomena alam sekitar, tentunya akan sangat merugi jika melewatkan kesempatan mengunjungi Gumuk Pasir ini

B. Keistimewaan

Sebagai fenomena alam yang jarang dijumpai dan satu-satunya yang ada di Indonesia, tentu saja gumuk pasir menjadi wisata alternatif yang layak untuk dikunjungi. Lokasinya yang berada di sepanjang Pantai Parangtritis hingga muara Sungai Opak menjadikan wisata alternatif Gumuk Pasir mudah dicapai. Seperti pepatah “sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui”, jadi di sela-sela bermain di tepian pantai, Anda dapat singgah sejenak ke kawasan Gumuk Pasir ini.

Memasuki kawasan Gumuk, Anda akan disambut dengan suara desir halus butiran pasir yang berterbangan tertiup angin. Suara desir pasir yang berpadu dengan suara debur ombak pantai selatan menghasilkan komposisi nada yang indah. Semakin kencang angin berhembus, semakin banyak partikel-partikel pasir yang berterbangan kemudian mengubur telapak kaki dan menyebabkan rasa lengket di sekujur tubuh Anda. Oleh karena itu, ada baiknya Anda membawa jaket, topi, maupun kacamata, untuk melindungi diri dari serbuan butir-butir pasir. Selain itu juga untuk melindungi diri Anda dari sengatan sinar matahari.

Tak berbeda jauh dengan kondisi di padang gurun, suhu di kawasan Gumuk Pasir ini bisa berubah-ubah. Saat siang hari cuaca begitu terik, sedangkan menjelang malam suhu akan berubah secara ekstrim menjadi sangat dingin. Oleh karena itu, meski gumuk ini terbilang luas, jarang ada wisatawan biasa yang mendirikan tenda atau berkemah di kawasan ini. Biasanya yang berkemah di kawasan ini hanyalah anak-anak pecinta alam yang sedang mengadakan diklat bagi anggotanya.

Bagi kalangan akademisi, Gumuk Pasir merupakan laboratorium alam yang sering digunakan untuk melakukan penelitian. Bentukan Gumuk Pasir yang ada di Parangtritis ini terbilang cukup unik dan merupakan fenomena yang langka. Bahkan gumuk pasir dengan karakteristik yang sama hanya dijumpai di Meksiko. Adapun bentukan Gumuk Pasir yang bisa ditemui antara lain bentuk melintang (transverse), sabit (barchans), parabola (parabolic), dan memanjang (longitudinal dune).

Selain dimanfaatkan oleh kalangan akademisi sebagai obyek penelitian, Gumuk Pasir Parangtritis juga sering dimanfaatkan oleh para pekerja seni sebagai obyek favorit pengambilan gambar. Sebagai contoh Agnes Monica dan grup band Letto, keduanya pernah melakukan syuting video klip di kawasan ini. Para pecinta fotografi juga sering menjadikan Gumuk Pasir sebagai obyek bidikan kamera mereka.
Tak hanya itu, Gumuk Pasir Parangtritis juga dijadikan sebagai tempat manasik haji bagi calon jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci. Jadi, sebelum mereka berada di Mekkah, mereka sudah mendapatkan sedikit gambaran tentang gurun pasir yang ada di
sana. Wisatawan umum yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang fenomena Gumuk Pasir dapat mengunjungi Museum Geospasial Gumuk Pasir yang terdapat di kawasan ini. Museum serta laboratorium yang berguna untuk kegiatan ilmiah dan rekreasi itu dilengkapi dengan berberapa instrumen dan pustaka tentang geospasial serta ilmu kebumian.

C. Lokasi

Fenomena alam Gumuk Pasir ini memanjang sekitar 15,7 km dari muara Sungai Opak hingga Pantai Parangtritis, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY, Indonesia. Sedangkan sebarannya ke daratan dari garis pantai mencapai 2 km.

D. Akses

Akses menuju lokasi Gumuk Pasir sama dengan akses menuju Pantai Parangtritis. Dari pusat Kota Yogyakarta Anda tinggal menyusuri Jalan Parangtritis, lurus ke selatan. Setelah lebih kurang menempuh 40 menit perjalanan, Anda akan tiba di Pantai Parangtritis. Gumuk Pasir yang terbentang luas telah menyambut Anda.

Selain melewati Jalan Parangtritis, ada rute alternatif yang dapat Anda lewati, yakni rute Yogyakarta – Imogiri – Siluk – Parangtritis. Rute ini memang 10 km lebih panjang dibadingkan Anda melewati Jalan Parangtritis. Namun, rute alternatif ini menawarkan pemandangan menarik yang berupa perpaduan antara areal persawahan, sungai, bukit-bukit karang, serta makam Raja-raja Mataram di Imogiri.
Anda yang tidak membawa kendaraan pribadi dapat naik angkutan umum dari terminal Giwangan. Silakan Anda naik angkutan umum yang melayani trayek Jogja-Parangtritis. Anda tak perlu gonta-ganti kendaraan karena angkutan ini akan mengantarkan Anda hingga sub terminal Parangtritis. Tarif angkutan Jogja-Parangtritis sebesar Rp 10.000,00 (Maret, 2010).

E. Harga Tiket

Untuk melihat fenomana alam Gumuk Pasir yang ada di sepanjang Pantai Parangtritis, wisatawan harus membayar tiket masuk sebesar Rp 3.000,- per orang. Tiket untuk sepeda motor sebesar Rp 500,00, mobil Rp 1.000,00, dan bus pariwisata Rp 2.000. Masing-masing orang juga dikenai biaya asuransi sebesar Rp 250,00. Jadi, andaikata Anda datang berdua menggunakan sepeda motor, Anda akan dikenai biaya retribusi sebesar Rp 7.000,00. Tiket masuk ini tidak termasuk dengan biaya parkir kendaraan. Lain halnya dengan Anda yang naik angkutan umum, Anda cukup membayar ongkos bis dan tidak perlu membayar tiket masuk.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Gumuk Pasir berada di sepanjang tepian pantai, secara otomatis semua fasilitas yang ada di Pantai Parangtritis hingga Pantai Parangkusumo bisa diakses oleh wisatawan maupun peneliti yang berkunjung ke Gumuk Pasir. Berhubung Pantai Parangtritis merupakan obyek wisata yang menjadi ikon pariwisata Provinsi DIY, tentu saja fasilitas yang ada terbilang lengkap. Toilet umum, pos penjagaan dan keamanan, klinik kesehatan, tempat ibadah, kios suvenir dan oleh-oleh, warung makan, hingga penginapan berbagai tipe, semua tersedia di kawasan ini.

 

Teks: Elisabeth Murni
Foto:
Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 21924 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Gambiran No. 85 Yogyakarta 55161 - Indonesia.
Telp. 0274 8373005/ 0274 414233
Email : maharatu@maharatu.com - maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya