English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Jumat, 21 November 2014

Gereja Ganjuran

Candi di Komplek  Gereja Ganjuran (Photo by Aam Amitto Tistomo)

Rating : 2.7 ( 22 pemilih )

GEREJA GANJURAN

Alamat : Sumbermulyo, Bambanglipuro, Yogyakarta

Koordinat GPS : -7.9274,110.326066

Share



A. Selayang Pandang

Sejak jaman dahulu Yogyakarta telah dikenal sebagai jantung kebudayaan Jawa. Hal ini terlihat dari keberadaan Keraton Yogyakarta dan Pura Pakualaman yang masih eksis hingga saat ini. Tak hanya cukup dibuktikan dengan keberadaan keraton, di Yogyakarta juga banyak terdapat bangunan berusia tua dengan arsitektur khas Jawa. Salah satu bangunan bersejarah itu adalah Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus atau yang lebih akrab dikenal dengan nama Gereja Ganjuran. Gereja Ganjuran merupakan salah satu gereja tua yang masih digunakan untuk kegiatan peribadatan sampai saat ini. Gereja ini dibangun tahun 1924 atas prakarsa dua bersaudara keturunan Belanda, Joseph Smutzer dan Julius Smutzer.

Smutzer bersaudara adalah pengelola Pabrik Gula Gondang Lipuro sejak tahun 1912. Sebagai pengamal ajaran sosial gereja yang disebut "Rerum Novarum", mereka adalah keluarga pendevosi atau orang yang menghormati secara istimewa terhadap Hati Kudus Tuhan Yesus. Ajaran yang dikumandangkan oleh Paus Leo XIII pada tahun 1891 itu intinya mengatur hubungan majikan dan buruh. Dalam undang-undang tersebut, hubungan majikan dan buruh bukan relasi tuan dan hamba, melainkan mitra. Buruh, selain mendapat upah, juga mendapatkan pembagian keuntungan yang adil.

Sebagai bentuk pengamalan terhadap ajaran tersebut, mereka mendirikan 12 Sekolah Rakyat di desa-desa sekitar pabrik, mendirikan rumah sakit, dan mendirikan gereja yang diberi nama Hati Kudus Tuhan Yesus. Gereja ini dibangun pada 16 April 1924. Perancang pembangunan gereja ini adalah seorang arsitek berkebangsaan Belanda bernama J. Yh van Oyen. Pemberkatan gereja dilakukan oleh Vicaris Apostolik Batavia Mgr. JM van Velsen pada 20 Agustus 1924. Tiga tahun kemudian yakni pada 1927, kompleks gereja ini disempurnakan dengan pembangunan sebuah candi yang dinamai Candi Hati Kudus Tuhan Yesus. Tahun 1948, pabrik gula dibumihanguskan menyusul terjadinya Agresi Militer Belanda ke II, namun Gereja Ganjuran, Candi Hati Kudus Tuhan Yesus, sekolah-sekolah, dan rumah sakit dibiarkan tetap berdiri.

Tanggal 21 Mei 2006, terjadi gempa bumi hebat di kawasan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Gereja Ganjuran yang sudah berusia 62 tahun pun ikut roboh dengan beberapa orang di dalamnya menjadi korban, karena pada saat terjadi gempa bumi sedang diadakan misa pagi. Pada tanggal 22 Juni 2008, dimulai proses pembangunan kembali gedung gereja. Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bapak Uskup Agung Semarang, Mgr. I. Suharyo. Saat ini Gereja Ganjuran telah berdiri kembali dengan megah, dan digunakan untuk kegiatan peribadatan dan ziarah seperti semula.

B. Keistimewaan

Kompleks gereja ini bisa disebut sebagai wilayah akulturatif di mana terdapat begitu banyak simbol perpaduan beberapa budaya dan agama. Hal ini menjadikan kompleks Gereja Ganjuran memiliki nilai lebih untuk dikunjungi. Saat berada di kompleks gereja, Anda akan menemukan perpaduan antara arsitektur bergaya Eropa, Hindu, Budha, dan Jawa.

Arsitektur khas Belanda klasik terlihat dari bentuk luar bangunan, jika dilihat dari atas, bangunan ini terlihat seperti bentuk salib. Namun saat Anda masuk ke dalamnya, Anda akan menemukan nuansa Jawa yang sangat kental di setiap sudutnya. Pada altar utama, selain terdapat mimbar dan meja untuk pastur, terdapat sebuah tabernakel dengan relief Yesus tersalib. Di kanan kirinya bersimpuh dua orang malaikat, namun yang membedakan dengan gambar biasanya adalah malaikat tersebut menggunakan mahkota para pembesar kerajaan Jawa. Di sebelah kiri, sebuah payung kebesaran kerajaan berdiri dengan dilengkapi sebuah lentera berdesain gaya keraton Jawa.

Pada dinding gereja terpajang lukisan batik tulis yang menceritakan kisah kesengsaraan Yesus. Pada sisi kanan altar utama, duduk arca Yesus mengenakan pakaian kebesaran Raja Jawa. Di sisi lainnya, ada patung Yesus kecil dalam gendongan Maria yang digambarkan tengah memakai pakaian adat Jawa.

Jika Anda telah puas melihat isi gereja, Anda dapat berkeliling di kompleks halaman gereja. Di areal ini terdapat sebuah candi yang dinamakan Candi Hati Kudus Tuhan Yesus. Candi ini dibangun sebagai monumen untuk mengenang penyertaan Hati Kudus Tuhan Yesus yang tak lapuk oleh jaman serta melintasi sekat budaya. Oleh karena itu, candi tersebut dibangun dengan memadukan unsur budaya Hindu, Budha, serta Jawa.

Di dalam relung candi bercorak Hindu Budha itu terdapat arca Yesus dalam posisi tegap. Yesus digambarkan sebagai sosok akulturatif yang mengenakan pakaian kebesaran dan mahkota Raja Jawa. Selain itu, di dinding atas kepala Yesus terdapat tulisan dalam huruf Jawa yang berbunyi “Sampeyan Dalem Sang Maha Prabu Yesus Kristus Pangeraning Para Bangsa."

Selain candi, di kompleks Gereja Ganjuran juga terdapat 9 kran yang mengalirkan Tirta Perwitasari. Air tersebut diyakini para peziarah sebagai air yang memiliki khasiat dapat menyembuhkan. Selain digunakan oleh para peziarah untuk membasuh tangan dan kaki, Air Perwitasari juga dimanfaatkan oleh orang-orang di luar areal gereja untuk memenuhi keperluan sehari-hari mereka.

Meskipun areal ini merupakan areal terbuka, tempat ini sangat cocok dijadikan tempat untuk berdoa atau berdevosi. Anda dapat berdoa di depan candi maupun di pendopo yang ada di sisi candi. Kemerisik daun-daun kering, kicauan burung, dan gemericik air, semuanya menciptakan musik alam yang melodis. Hembusan angin yang bertiup sepoi-sepoi semakin menambah damai dan khidmat suasana.

Tidak hanya bangunan Gereja Ganjuran saja yang bersifat njawani, dalam tatacara ibadahnya pun mereka menggunakan tradisi Jawa. Gamelan masih menjadi alat musik utama untuk mengiringi ibadah di tempat ini. Ketika hari raya keagamaan, warga gereja masih banyak yang menggunakan pakaian adat jawa seperti blangkon dan surjan, serta jarit dan kain kebaya. Bahkan, dalam Prosesi Agung selalu ada tradisi rebutan gunungan seperti yang biasa dilakukan pada saat acara Grebegan.

Setelah selesai melaksanakan ibadah atau ziarah, Anda dapat berbincang sejenak dengan warga setempat untuk mengetahui sejarah Ganjuran, tempat di mana gereja tersebut berdiri. Dalam Babad Tanah Jawa, Ganjuran adalah sebuah wilayah Alas Mentok yang dinamakan Lipuro. Perubahan nama menjadi Ganjuran sendiri berkaitan dengan kisah percintaan Ki Ageng Mangir dan Rara Pembayun yang diasingkan oleh Mataram. Kisah cinta dua orang tersebut yang kemudian mengilhami penciptaan tembang Kala Ganjur, berarti tali pengikat dasar manusia dalam mengarungi kehidupan bersama dengan dasar cinta. Nah, dari nama tembang itulah desa yang dahulu bernama Lipuro berubah menjadi Ganjuran.

C. Lokasi

Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran terletak di Dusun Kaligondang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

D. Akses

Gereja Ganjuran terletak sekitar 20 kilometer arah Selatan dari pusat Kota Yogyakarta. Akses menuju tempat ini terbilang mudah, karena tempat in dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Bagi Anda yang menggunakan kendaraan umum, berikut ini adalah rute yang harus Anda ambil.

  • Dari Bandara Adi Sucipto: Pilih bus umum jurusan Solo-Yogyakarta menuju Terminal Giwangan. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan Trans-Jogja jalur 3B. Jika Anda ingin melihat suasana Kota Yogyakarta terlebih dahulu, Anda dapat menggunakan Trans Jogja jalur 3A yang rutenya melewati Malioboro. Setelah itu, Anda turun di Shelter Giwangan. Dari terminal bus Giwangan Anda naik bus jurusan Yogyakarta-Parangtritis dan turun di Ganjuran.
  • Dari Stasiun Kereta Tugu: Pilih bus umum jalur 4 atau Trans-Jogja jalur 3A. Setelah sampai di Terminal Giwangan Anda naik bus Jogja-Parangtristis.
  • Dari Stasiun Kereta Lempuyangan: Anda naik bus kota jalur 6 menuju Terminal Giwangan. Dari Giwangan Anda naik bus Yogyakarta-Parangtritis.

E. Harga Tiket

Wisatawan ataupun peziarah yang ingin melihat serta menikmati nuansa Jawa di gereja ini tidak dipungut biaya.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Meskipun gereja ini terletak di desa, fasilitas yang dimilikinya terbilang cukup lengkap. Selain gereja dan candi, di kompleks ini terdapat Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran, Biara Suster Carolus Baromeus, Panti Asuhan Santa Maria, dan SMA Stella Duce 3. Gereja ini juga memiliki tempat parkir yang luas, pendopo untuk beristirahat para peziarah, serta kamar mandi.


Teks: Elisabeth Murni
Foto: Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 13827 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Gambiran No. 85 Yogyakarta 55161 - Indonesia.
Telp. 0274 8373005/ 0274 414233
Email : maharatu@maharatu.com - maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya

OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 1.112
     Hari ini: 6.187
     Kemarin : 8.986
     Minggu lalu : 82.397
     Bulan lalu : 240.331
     Total : 8.463.567
    Sejak 20 Mei 2010