English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Kamis, 24 Mei 2012

Kotabaru

Kotabaru

Rating : 0 ( 0 pemilih )

A. Selayang Pandang

Jika dilihat dari unsur-unsur struktur fisik, jenis dan fungsi bangunan, serta jaringan jalannya, kawasan Kotabaru, dahulu disebut Nieuwe Wijk, memiliki ciri yang khusus sebagai sebuah “kota”. Kotabaru mulai mengalami perkembangan signifikan sebagai kawasan hunian orang Belanda sejak tahun 1920. Kemajuan industri gula serta meningkatnya ketertarikan akan pendidikan dan kesehatan waktu itu membuat jumlah orang Belanda yang menetap di Yogyakarta kian meningkat dan Kotabaru menjadi kawasan hunian alternatif yang berkualitas.

Tata kota di Kotabaru cukup rapi dengan pemanfaatan ruang yang teratur mengikuti pola radial seperti kota-kota di Belanda. Hal ini berbeda dengan tempat-tempat lainnya yang kebanyakan penataannya masih mengikuti arah mata angin. Pohon-pohon besar, tanaman berbunga dan tanaman buah yang banyak terdapat di Kotabaru menandakan bahwa kawasan yang terletak di sebelah timur Sungai Code ini dirancang sebagai garden city dan dilengkapi boulevard serta ruas jalan yang cukup lebar.

Pada masa pendudukan Jepang, Kotabaru dan kawasan hunian orang Belanda lainnya di Yogyakarta diambil-alih oleh Jepang untuk kepentingan perkantoran, perumahan, tangsi, dan gudang. Tidak mengherankan apabila pada awal kemerdekaan Republik Indonesia (RI), tepatnya pada Oktober 1945, kawasan Kotabaru menjadi salah satu medan perjuangan rakyat. Kotabaru juga digunakan untuk kebutuhan pemerintah RI ketika Yogyakarta menjadi ibukota RI pada kurun 1946-1949.

B. Keistimewaan

Pesona Kotabaru sebagai kota taman hingga kini masih bisa dinikmati dengan masih teduhnya sisi kanan dan kiri jalan yang banyak ditanami pohon-pohon perindang. Kawasan itu juga menjadi pusat penjualan aneka macam bunga. Bangunan-bangunan yang ada di Kotabaru dirancang dengan gaya arsitektur Eropa yang diadaptasikan dengan iklim tropis. Dengan demikian, terlihat ciri-ciri yang menonjol seperti bangunannya tinggi, besar, berhalaman luas, jendela dan pintu besar, langit-langit tinggi, ada hiasan kaca timah, teras terbuka, dan lain sebagainya.

Setiap sudut Kotabaru tidak saja indah, tetapi juga menyimpan cerita. Jalan Kewek yang menjadi gerbang selatan kawasan ini ada kisahnya. Jalan berupa jembatan yang menghubungkan seberang timur dan barat Sungai Code itu sebenarnya bernama Jalan Kerkweg (bahasa Belanda), namun karena lidah Jawa sulit melafalkannya, pengucapannya pun berubah menjadi Kewek dan penyebutan itu bertahan hingga kini.

Anda masih bisa menyusuri setiap sudut Kotabaru yang menyajikan pesona kota lama berupa deretan bangunan kuno gaya Belanda. Beberapa bangunan yang memuat nilai sejarah antara lain gedung bekas Kementrian Luar Negeri yang berlokasi di simpul jalan menuju Jembatan Gondolayu, rumah Brigjend Katamso di sebelah timur Stadion Kridosono, bangunan gardu listrik rancangan dengan ciri khas Belanda, juga bangunan yang kini digunakan sebagai kantor Dinas Pariwisata. Sebagai wujud penghargaan, seluruh jalan di kawasan ini menggunakan nama-nama pahlawan yang berjuang dalam peristiwa Serangan Kotabaru tanggal 7 Oktober 1945.

C. Lokasi

Kotabaru sekarang menjadi nama kelurahan yang terletak di Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

D. Akses

Kotabaru sangat mudah untuk dijangkau, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan kota. Dari Tugu Yogyakarta, Anda langsung saja menuju ke arah selatan melalui Jalan Pangeran Mangkubumi hingga menemukan jalan menurun, langsung ambil jalur kiri ke arah Kotabaru, sedangkan jalur ke kanan adalah menuju ke Malioboro. Setelah melewati Jembatan Kewek, itu tandanya Anda telah tiba di kawasan Kotabaru yang bersejarah dan asri itu.

E. Harga Tiket

Kotabaru merupakan kawasan area publik sehingga siapapun bisa datang dan berkunjung ke kawasan ini tanpa dipungut biaya sepeser pun.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Selain pemukiman warga yang dengan bangunan rumah berarsitektur Eropa, di Kotabaru juga terdapat area religius menyimpan kenangan sejarah, antara lain Gereja Katolik Santo Antonius, Gereja Gereformeerde Kerk (sekarang Gereja HKBP), dan Kolese Santo Ignatius yang merupakan tempat pendidikan bagi para imam Yesuit. Anda pun bisa berkunjung ke area ini karena bangunan-bangunan tersebut sudah menjadi cagar budaya yang dilindungi.

Kotabaru juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum lainnya, seperti rumah sakit Petronella (sekarang Bethesda) dan rumah sakit militer (sekarang RS DKT), Stadion Kridosono, dan sejumlah sarana pendidikan, di antaranya ELS, Noormalschool, Christelijk MULO, AMS, yang sekarang masing-masing menjadi SD Ungaran, SMP Negeri 5, SMU Bopkri 1, dan SMU Negeri 3.

Sudut-sudut Kotabaru kini berkembang dinamis, apalagi didukung dengan adanya sejumlah kafe tempat beristirahat, dan sebuah galeri seni tempat dilangsungkannya beragam pameran. Kawasan Kotabaru semakin nyaman pada malam hari dengan adanya wisata kuliner angkringan di atas Sungai Code sambil menikmati pemandangan urban berupa area pemukiman yang bertebaran di lingkungan bantaran Sungai Code.

Teks : Eko Wahyu
Foto : Koleksi Jogjatrip.com
(data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 1465 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Sisingamangaraja No. 27 Yogyakarta.
Telp. +62 274 8373005. Fax. +62 274 379250
Email : maharatu@maharatu.com -maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.


Share




Berikan komentar Anda !







Obyek lainnya

OBYEK WISATA





  • www.adicita.com
  • Pengunjung Online

           Online: 10
     Hari ini: 67
     Kemarin : 3.710
     Minggu lalu : 34.556
     Bulan lalu : 91.875
     Total : 3.574.993
    Sejak 20 Mei 2010