English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Kamis, 31 Juli 2014

Sendratari Ramayana Prambanan

Sendratari Ramayana di Candi Prambanan (Photo by Aam Amitto Tistomo)

Rating : 2.7 ( 42 pemilih )

SENDRATARI RAMAYANA PRAMBANAN

Alamat : Prambanan, Sleman, Yogyakarta

Koordinat GPS : -7.75071,110.491555

Share



A. Selayang Pandang

Sendratari Ramayana atau yang juga dikenal dengan istilah Ramayana Ballet merupakan sebuah pagelaran yang menggabungkan antara seni drama dan tari yang mengangkat cerita Ramayana. Cerita Ramayana merupakan sebuah legenda yang terpahat indah pada dinding Candi Siwa, salah satu candi yang ada di kompleks Candi Prambanan. Jika Anda berkunjung ke candi tersebut dan berjalan secara pradaksina (searah jarum jam), Anda akan menemukan alur cerita Ramayana melalui relief yang ada di sana.

Kisah Ramayana yang dibawakan pada pertunjukan ini serupa dengan yang terpahat pada dinding Candi Siwa. Sendratari ini mengisahkan tentang sepenggal kehidupan Rama dalam usahanya untuk menyelamatkan Shinta yang diculik oleh Rahwana, raja negeri Alengka. Jalan cerita yang panjang dan menegangkan itu dirangkum dalam empat lakon atau babak, antara lain: penculikan Shinta, misi Anoman ke Alengka, kematian Kumbakarna dan Rahwana, dan pertemuan kembali Rama-Shinta.

Seluruh cerita dikemas dalam rangkaian gerak tari yang dibawakan oleh ratusan penari yang rupawan dengan diiringi musik gamelan. Dalam pertunjukan ini tidak ada dialog yang terucap dari penari, yang ada hanyalah suara sinden yang menggambarkan jalan cerita dalam bahasa Jawa melalui tembang yang dilantunkannya. Bagi Anda yang tidak bisa berbahasa Jawa jangan berkecil hati, karena akan ada narasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

B. Keistimewaan

Panggung yang megah dengan latar belakang Candi Prambanan yang menyala terang oleh lampu sorot berwarna kekuningan adalah hal pertama yang Anda lihat saat berada di lokasi pertunjukan. Di ujung panggung ada belasan niyaga (penabuh gamelan) dengan gamelannya. Paduan bunyi kenong, gambang, saron, kendang, dan sesekali gong akan menemani Anda selama pertunjukan. Alunan suaranya membius begitu dalam dan mampu mencipta imaji menuju Dunia Ramayana.

Sesaat setelah MC membuka acara, lampu panggung akan dipadamkan dan hanya menyisakan siluet Candi Prambanan yang menyala lebih terang dalam kegelapan. Tiba-tiba lampu menyoroti panggung, dan Anda akan menyaksikan beberapa penari yang keluar dan mempertunjukkan tarian dalam adegan perdana di babak pertama. Kemudian dari atas tangga, keluarlah dua orang dayang membawa sebuah busur panah emas, diikuti seorang putri cantik berjalan dengan gemulai menuruni tangga, dialah Shinta, putri dari Prabu Janaka yang sedang melaksanakan sayembara untuk menentukan siapa pendamping putrinya. Rama Wijaya memenangkan sayembara tersebut dan berhasil mendapatkan Shinta.

Pertunjukan dilanjutkan dengan petualangan Rama, Shinta, dan Laksmana di Hutan Dandaka. Di hutan mereka bertemu dengan Rahwana yang ingin memiliki Shinta karena dianggap sebagai jelmaan Dewi Widowati, wanita yang telah lama dicarinya. Untuk menarik perhatian Shinta, Rahwana mengubah salah seorang pengikutnya menjadi seekor kijang yang cantik. Shinta terpikat kepada kijang tersebut, dan meminta Rama untuk memburunya. Setelah lama tak kunjung kembali, Laksmana berusaha mencari Rama dengan meninggalkan Shinta yang telah diberi perlindungan berupa lingkaran sakti. Namun, perlindungan itu gagal dan Shinta berhasil diculik oleh Rahwana.

Mengetahui bahwa Shinta tidak lagi berada di tempat semula, Rama dan Laksmana memutuskan untuk mencarinya. Tidak lama kemudian, seekor kera putih bernama Hanoman tiba. Ia diutus oleh Sugriwa untuk mencari dua pendekar yang mampu membunuh Subali. Subali adalah seorang yang telah mengambil Dewi Tara, wanita kesayangan Sugriwa. Setelah dipaksa, akhirnya Rama memutuskan untuk membantu Sugriwa. Sugriwa yang dibantu oleh Rama akhirnya mampu mengalahkan Subali. Sugriwa berhasil merebut kembali Dewi Tara. Untuk membalas kebaikan Rama, Sugriwa membantu Rama mencari Dewi Shinta.

Di Kerajaan Alengka, Rahwana berusaha membujuk Shinta agar mau menjadi istrinya, namun Shinta menolaknya. Saat Shinta merasa sedih, tiba-tiba ia mendengar nyanyian indah yang disuarakan oleh Hanoman, si kera putih. Hanoman memberi tahu Shinta bahwa ia adalah utusan Rama yang dikirim untuk membebaskannya. Setelah menjelaskan tujuannya, Hanoman kemudian merusak taman kerajaan Alengka.

Indrajit, anak lelaki Rahwana, berhasil menangkap Hanoman. Hanoman pun dijatuhi hukuman mati dengan cara dibakar. Namun saat dibakar, Hanoman berhasil lari dan justru membakar kerajaan dengan tubuhnya yang penuh kobaran api. Setelah mendengarkan penjelasan Hanoman yang selamat dari hukuman mati, Rama pergi ke Alengka dengan pasukan kera. Ia menyerang kerajaan dan membuat pasukan Alengka kocar-kacir. Rama akhirnya berhasil membunuh Rahwana.

Di akhir cerita, Shinta dibawa kembali oleh Hanoman. Namun ketika sudah bertemu, Rama justru tak mempercayai Shinta lagi dan menganggapnya telah ternoda. Untuk membuktikan kesucian dirinya, Shinta diminta membakar raganya. Kesucian Shinta terbukti karena raganya sedikit pun tidak terbakar tetapi justru bertambah cantik. Rama pun akhirnya menerima Shinta sebagai istrinya kembali.

Selama dua jam pertunjukan, Anda akan dimanja dengan pertunjukan yang luar biasa dan dijamin tidak akan membuat Anda bosan atau kecewa. Setiap gerakan yang dilakukan menggambarkan bahasa yang ingin diungkapakan oleh para pemain. Gerak gemulai Shinta yang kemayu, gerak Rahwana yang kasar namun jenaka, atau gerak Rama dan Laksmana yang begitu tenang dan penuh kharisma. Tak ketinggalan pula gerak lincah Hanoman dan Subali, serta prajurit kera kecilnya dalam balutan kostum warna-warni.

Selain tarian, Anda juga akan menjumpai adegan menarik seperti permainan api dan permainan akrobat. Permainan api yang menawan bisa dilihat saat Hanoman yang semula akan dibakar hidup-hidup justru berhasil membakar Kerajaan Alengka. Permainan api lainnya terjadi pada saat Shinta berusaha membuktikan kesuciannya dengan cara membakar diri hidup-hidup. Sementara penari yang berakrobat dijumpai ketika Hanoman berperang dengan para pengikut Rahwana.

Dalam pertunjukan ini tidak hanya musik dan tarian saja yang dipersiapkan secara seksama, tata lampu juga telah dipersiapkan secara mendetail. Hal ini memberikan nilai lebih, karena cahaya tidak hanya menjadi sinar penerang yang bisu, melainkan mampu menggambarkan kejadian dan suasana hati para tokoh. Menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana di bawah taburan bintang serta berlatar Candi Prambanan di malam hari akan menjadi tontonan yang tak kan terlupakan.

C. Lokasi

Pagelaran Sendratari Ramayana dapat disaksikan di Kompleks Candi Prambanan, Jl. Raya Yogya-Solo km 16 Prambanan. Selama bulan Mei-Oktober, pertunjukan akan dilaksanakan di Panggung Terbuka Ramayana. Sedangkan bulan November-April, pertunjukan akan dilaksanakan di Panggung Tertutup Trimurti. Hal ini dikarenakan bulan-bulan tersebut adalah musim penghujan. Selain itu, Anda juga dapat menyaksikan Sendratari Ramayana di Purawisata Yogyakarta yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, sebelah Timur Kraton Yogyakarta.

D. Akses

Terletak di jalur antar-provinsi membuat tempat ini mudah untuk dikunjungi. Jika Anda berangkat dari arah Surabaya, Solo, Klaten, Anda dapat menggunakan bus umum dan langsung turun di depan Candi Prambanan. Bagi Anda yang berangkat dari arah Yogyakarta dapat menggunakan Trans Jogja trayek 1A ataupun 1B, selain itu Anda dapat menggunakan angkutan umum jurusan Jombor-Prambanan. Berhubung Sendratari Ramayana dipentaskan pada malam hari, Anda disarankan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau Trans Jogja. Hal ini dikarenakan angkutan umum di Jogja hanya beroperasi hingga pukul 18.00 WIB.

E. Harga Tiket

Harga tiket untuk menonton Sendratari Ramayana bervariasi tergantung dari kelas yang akan Anda pilih. Tiket khusus Rp125.000,00, tiket kelas 1 Rp100.000,00, dan tiket kelas 2 Rp50.000,00. Bagi rombongan pelajar yang membawa surat pengajuan dari sekolah akan mendapatkan harga khusus yaitu Rp15.000,00. Selain itu, juga ada tiket VIP seharga Rp200.000,00. Tiket ini hanya tersedia dan berlaku untuk pertunjukan di Panggung Terbuka Ramayana.

Sendratari Ramayana di Candi Prambanan dipentaskan tiga kali dalam sepekan, yakni pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu pada pukul 19.30-21.30 WIB. Pada Minggu pertama bulan Mei hingga Oktober, digelar pementasan secara episodik (per babak) selama empat malam berturut-turut di Panggung Terbuka Prambanan. Selain hari itu, pagelaran akan dibawakan secara full story atau empat babak dibawakan secara penuh dalam waktu semalam.

Bagi Anda yang hanya singgah sebentar di Yogyakarta, Anda bisa memilih untuk melihat pementasan yang ada di Purawisata. Pementasan di tempat ini dilaksanakan setiap hari pada pukul 18.00 – 21.00 WIB. Dengan mengeluarkan uang sebesar RP 175.000,00, Anda akan mendapatkan paket makan malam dan pertunjukan Sendratari Ramayana.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Sebagai salah satu obyek wisata andalan kota Yogyakarta, lokasi ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain: toko suvenir, kedai makanan dan minuman, mushola, toilet umum, serta areal parkir yang luas. Sebelum menyaksikan pagelaran Sendratari Ramayana, Anda juga dapat menikmati makan malam di Prambanan Resto yang terletak tidak jauh dari panggung terbuka. Bagi Anda yang ingin bermalam, di areal sekitar candi terdapat banyak hotel di Yogya dan penginapan dengan berbagai tipe.

Untuk Anda yang memilih menonton di Purawisata, fasilitas yang tersedia justru terbilang lebih lengkap daripada yang ada di Kompleks Candi Prambanan. Hal ini dikarenakan Purawisata terletak di tengah Kota Yogyakarta. Jika Anda telah membayar tiket masuk, maka Anda juga akan mendapatkan fasilitas makan malam di Jimbaran Resto, melihat pentas gamelan selama makan malam, kunjungan ke backstage, dan foto bersama penari setelah pertunjukan.


Teks: Elisabeth Murni
Foto: Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 45336 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Gambiran No. 85 Yogyakarta 55161 - Indonesia.
Telp. 0274 8373005/ 0274 414233
Email : maharatu@maharatu.com - maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya

OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 1.010
     Hari ini: 4.081
     Kemarin : 9.205
     Minggu lalu : 59.293
     Bulan lalu : 227.394
     Total : 7.541.983
    Sejak 20 Mei 2010