English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Rabu, 17 September 2014

Masjid Sunan Kalijaga Kedundang

Photo by suaramerdeka.com

Rating : 0 ( 0 pemilih )

MASJID SUNAN KALIJAGA KEDUNDANG

Alamat : Temon, Yogyakarta, Indonesia

Koordinat GPS : -7.884807,110.068731

Share



A. Selayang Pandang

Masjid Kedundang adalah sebuah masjid yang berada di Desa Kedundang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Masjid ini menjadi menarik untuk ditelusuri dan dijadikan tempat wisata religi, karena dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai masjid peninggalan Sunan Kalijaga sewaktu beliau melakukan dakwah di Kulon Progo. Hingga kini, masyarakat sekitar masih sering melakukan selamatan di masjid tersebut untuk meminta berkah dari Sunan Kalijaga.

Konon, berdirinya masjid ini berawal dari nazar seorang janda kaya saat menggelar selamatan untuk arwah suaminya. Kenduri dilakukan dengan menyembelih seekor sapi. Pada peringatan hari ke tujuh, saat para ibu asyik memasak ada seorang pengemis berpakaian compang-samping dan bau datang ke rumah janda tersebut untuk meminta sedekah. Akan tetapi pengemis itu diusir dengan pongah oleh si janda karena dianggap mengganggu.

Pada hari ke empat puluh kematian suaminya, janda ini kembali melakukan kenduri besar-besaran. Hal yang sama terulang lagi, pengemis yang pernah diusirnya tempo hari datang lagi untuk meminta sedekah. Kali ini si janda melemparkan sekeping uang dan menyuruh pengemis pergi dari rumahnya. Setelah mengambil uang logam tersebut, pengemis itu pergi.

Pada malam ke seratus hari kematian suaminya, si janda kembali mengadakan kenduri lebih meriah dari sebelumnya. Ketika si janda berdiri di depan pintu untuk menyambut tamu-tamu yang datang, matanya terpana saat melihat seorang lelaki setengah baya berpakaian serba putih dan bersorban.

Pria setengah baya tersebut dimohon untuk membacakan doa, namun karena doa yang dibaca terlalu pendek, seusai kenduri si janda menemui pria setengah baya tersebut. Selanjutnya terjadilah dialog antara keduanya. Dalam dialog tersebut diketahui bahwa si janda kecewa kenapa doa yang dibaca terlalu pendek dan itu dianggap tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk acara kenduri itu.

Mendengar keluhan itu, pria tersebut menjelaskan bahwa membaca surat apapun kalau dilakukan dengan benar dan ikhlas pahalanya akan sama. Pria itu juga mengatakan bahwa janda tersebut sebenarnya tidak ikhlas dalam membuat kenduri, kecuali hanya ingin mendapat pujian dari masyarakat. Pria bersorban juga menambahkan, bahwa ketika si janda meminta kepada pria bersorban untuk membaca doa, hal itu hanya karena melihat pakaian yang dikenakan oleh sang pria.

Pria itu lalu membuka jubah dan sorbannya lalu diserahkan pada si janda sambil mengatakan, “Ini yang ibu inginkan, terimalah dengan senang hati. Mudah-mudahan ibu bisa bangga dengan benda-benda seperti ini”. Pria itupun pergi meninggalkan rumah si janda.

Janda itu merasa bersalah karena ternyata pria itu adalah pengemis yang tempo hari meminta sedekah kepadanya. Lalu janda itu terus berlari mengejar pria tersebut. Ketika bertemu, si janda memohon maaf dan dia mau melakukan apa saja untuk menebus kesalahannya itu.

Singkat cerita, janda itu akhirnya dikubur hidup-hidup di sebuah lubang dan ketika dilihat pada keesokan harinya, ternyata janda itu masih hidup. Menurut cerita si janda, saat di dalam lubang, dia disiksa oleh orang yang tidak dikenal dan saat hendak dipukul menggunakan besi panas, dia diselamatkan oleh sekeping logam yang dapat menghancurkan gada itu. Ternyata logam itu adalah uang yang pernah diberikannya kepada pengemis tempo hari ketika datang memohon sedekah kepadanya.

Si janda itu akhirnya juga tahu bahwa pria tersebut adalah Sunan Kalijaga. Dengan perasaan malu dan menyesal akhirnya janda itu berniat untuk menghibahkan seluruh hartanya ke jalan yang benar, salah satunya adalah untuk membangun masjid yang ada di Kedundang ini.

B. Keistimewaan

Masjid Sunan Kalijaga di Desa Kedundang memiliki keisitimewaan tersendiri bagi masyarakatnya maupun bagi Anda yang ingin berkunjung ke sana. Satu hal yang pasti adalah bahwa masjid tersebut memiliki ikatan religius yang kuat dengan sosok Sunan Kalijaga, seorang yang diyakini sebagai salah satu wali Allah oleh orang Jawa.

C. Lokasi

Masjid Sunan Kalijaga Kedundang terletak di Desa Kedundang, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

D. Akses

Akses untuk menuju Masjid Sunan Kalijaga Kedundang cukup mudah, baik menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Dari Terminal Giwangan Yogyakarta, Anda dapat memilih bus jurusan Kulon Progo dan turun di Terminal Wates. Selanjutnya Anda dapat mencari mobil dengan jurusan ke arah Desa Kedundang. Jika Anda kebingungan, Anda dapat bertanya letak masjid ini ke masyarakat Kulon Progo karena masjid ini sudah sangat terkenal.

E. Tiket

Pengunjung yang akan singgah di Masjid Sunan Kalijaga Kedundang ini tidak dipungut biaya. Anda hanya diminta berperilaku sopan di masjid ini.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Masjid Sunan Kalijaga Kedundang menyediakan beberapa akomodasi dan fasilitas yang dibutuhkan, antara lain: petugas atau takmir masjid yang dapat menjelaskan sejarah masjid serta membimbing Anda untuk berdoa, ruangan Masjid yang nyaman untuk berdoa, tempat untuk berwudlu, kamar mandi, dan WC yang memadai.


Teks: Yusuf Efendi
Foto:
Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 6604 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Gambiran No. 85 Yogyakarta 55161 - Indonesia.
Telp. 0274 8373005/ 0274 414233
Email : maharatu@maharatu.com - maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya