English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Kamis, 28 Agustus 2014

Kampung Wisata Dipowinatan

Kampung Wisata Dipowinatan - Photo by Fajar Kliwon

Rating : 1.5 ( 2 pemilih )

KAMPUNG WISATA DIPOWINATAN

Alamat : Kelurahan Keparakan, Kecamatan Mergangsan, Kotamadya Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia

Koordinat GPS : -7 48' 38.47", +110 22' 18.80"

Share



A. Selayang Pandang

Dilihat ringkas sepintas, Kampung Dipowinatan memang tidak jauh berbeda dengan kampung-kampung lain yang terdapat di Kota Yogyakarta. Akan tetapi, jika dicermati dengan serius mendalam, Anda akan menemukan nuansa dan keunikan yang istimewa. Warga masyarakat Kampung Dipowinatan memberikan nilai yang berbeda di mana potensi kampung yang ada dikemas menjadi sebuah daya tarik wisata yang membawa Anda pada kehidupan asli masyarakat kampung Yogyakarta.

Masuklah lebih jauh ke pedalaman kampung ini, Anda akan disuguhi dengan lingkungan tata kampung yang rapi dan teratur. Begitu Anda menginjakkan kaki di pelataran Kampung Dipowinatan, warga masyarakat setempat sudah bersiap menyongsong kedatangan Anda. Jangan heran, kehadiran Anda akan disambut dengan kalungan bunga yang tulus diberikan oleh warga. Penduduk Kampung Dipowinatan adalah sekumpulan masyarakat yang teguh dan sadar diri untuk menjaga kehidupan yang bersandarkan nilai-nilai sosial-budaya, serta berkomitmen untuk setia mempertahankan kelestarian tradisi. Inilah kekuatan utama kampung wisata yang berlokasi di tengah Kota Yogyakarta ini.

Kampung Dipowinatan diresmikan sebagai tempat tujuan wisata sejak tanggal 4 November 2006. Selain disaksikan oleh para pejabat dari instansi-instansi terkait dan masyarakat luas, peresmian Kampung Wisata Dipowinatan ini juga dihadiri oleh para tamu dari luar negeri, seperti yang datang dari Republik Ceko, Slowakia, dan Colombia. Mantan Gubernur Jawa Tengah, Mardiyanto, juga turut memeriahkan momen spesial itu. Usut punya usut, ternyata Mardiyanto pernah menghabiskan masa kecil dan masa remajanya di Kampung Dipowinatan.

Wong Jogja biasa menyebut kampung ini sebagai Ndipo, dengan dialek khas logat Jawa. Setelah dicanangkan sebagai kampung wisata, kawasan Dipowinatan mengemban julukan baru untuk menguatkan citra pariwisatanya. Kini, orang bisa menyebut kampung ini dengan nama Dipowisata. Ketika orang sudah mulai jenuh dengan obyek wisata umum seperti kraton, pantai, atau pusat-pusat perbelanjaan, Kampung Dipowinatan menawarkan alternatif pariwisata yang unik, yakni wisata urban.

Di Kampung Dipowinatan, Anda akan disuguhi keramahan masyarakat Jawa khas Jogja. Terbentuknya Dipowinatan sebagai kampung wisata memang berawal dari keinginan warganya sendiri, bukan karena kepentingan pemerintah setempat, sehingga eksistensinya tidak perlu diragukan lagi. Gagasan untuk membentuk kampung wisata merupakan inisiatif dari warga masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Warga Dipowinatan, yakni sebuah organisasi kemasyarakatan yang menaungi seluruh warga masyarakat Kampung Dipowinatan. Hampir seluruh penduduk Kampung Dipowinatan yang berjumlah kurang lebih 600 kepala keluarga, dengan kepadatan penduduk sebanyak 20.080 jiwa per km2, turut terlibat secara aktif dalam kegiatan dan pelayanan pariwisata.

Tidak seperti obyek-obyek wisata urban atau wisata desa lainnya, pesona utama yang menjadi daya tarik Kampung Wisata Dipowinatan bukanlah hal-hal yang khusus atau produksi barang-barang antiknya, tetapi justru suasana dan realita kehidupan sosial masyarakatnya. Dengan demikian, wisatawan yang berkunjung ke Kampung Dipowinatan dapat melakukan interaksi dengan masyarakat di dalamnya, misalnya dengan ikut menimba air di sumur atau memasak dengan memakai kayu bakar.

Ketulusan dan kehidupan sehari-hari warga Kampung Dipowinatan seperti itulah yang paling dicari oleh kebanyakan turis, terutama wisatawan dari luar negeri. Keramahan masyarakat Kampung Dipowinatan sangat berkesan di hati para pengunjung. Ketika kembali ke negara asalnya, para turis tersebut akan menceritakan pengalamannya kepada para kenalan dan relasi mereka. Mereka kemudian menganjurkan agar jangan lupa mampir ke Kampung Dipowinatan jika sedang berkunjung ke Yogyakarta.

B. Keistimewaan

Bagi wisatawan domestik, minat berwisata ke Kampung Dipowinatan memang tidak sebesar yang dimiliki oleh wisatawan mancanegara karena para turis lokal lebih suka berkunjung ke tempat-tempat wisata yang menawarkan keindahan alam, keramaian, atau faktor-faktor yang umum lainnya. Sebaliknya, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Kampung Dipowinatan justru mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Data dari Paguyuban Warga Dipowinatan menunjukkan bahwa pada tahun 2007 terdapat 15 kunjungan dengan jumlah tamu sebanyak 109 orang. Tahun 2008 terdapat 24 kunjungan dengan jumlah tamu sebanyak 168 orang. Sedangkan di tahun 2009, daftar kujungan menunjukkan jumlah lebih dari 26 kunjungan tamu dari luar negeri.

Pamor Kampung Dipowinatan sudah kesohor di beberapa belahan dunia karena memang kehidupan sosial masyarakat lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi turis mancanegara. Para wisatawan asing yang sering mengunjungi Kampung Dipowinatan adalah terutama mereka yang berasal dari kawasan Eropa Timur, seperti dari Republik Ceko dan Slowakia, juga dari Swiss dan Hongaria. Khusus untuk Republik Ceko, hubungan negara yang lahir dari pecahan negara Cekoslowakia ini dengan Yogyakarta, khususnya Dipowinatan, memang sudah terjalin dengan sangat baik. Secara teratur, wisatawan yang berasal dari Republik Ceko mengunjungi Kampung Dipowinatan saban tahunnya.

Selama ini, Dipowinatan memang dikondisikan sebagai kampung wisata dengan pangsa pasar dari turis-turis asing dari Eropa, khususnya Eropa Timur, terutama Republik Ceko dan Slowakia. Namun untuk ke depannya, pangsa pasar berikutnya yang menjadi sasaran direncanakan akan merambah kawasan Asia dan Australia. Upaya pengembangan tersebut telah dirintis dengan membuka akses terhadap berbagai stakeholder pariwisata di negara-negara di sejumlah kawasan tersebut.

Untuk semakin mempererat hubungan yang sudah terjalin baik dengan Republik Ceko, maka di Kampung Dipowinatan dibangun Bohemia House - Cesky Dum atau Czech House yang difungsikan sebagai pusat informasi wisata (tourism information center) bagi para wisatawan Eropa yang akan berkunjung ke Kampung Dipowinatan, Yogyakarta, dan Indonesia pada umumnya. Peresmian Czech House ini dilakukan bersama oleh Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia Pavel Rezac dan Wakil Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, pada tanggal 26 Mei 2010.

Pada akhirnya nanti, Czech House akan diproyeksikan sebagai cikal-bakal lahirnya The International Business Council dan Cezch Section. Selain itu, Czech House, yang diterjemahkan dengan istilah Rumah Ceko, dapat juga dijadikan sebagai sebuah titik pertemuan (meeting point) yang bukan saja ditujukan untuk wisatawan mancanegara dari Republik Ceko yang memang sejak awal bertujuan datang ke Dipowinatan, tetapi untuk semua warga Ceko yang sedang berada di Yogyakarta dalam rangka keperluan studi, bisnis, atau hanya sekadar jalan-jalan. Keberadaan Czech House ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nilai sosial dan ekonomis bagi warga masyarakat di Kampung Dipowinatan dan Yogyakarta pada umumnya.

Selain keberadaan Czech House yang relatif baru namun langsung menjadi daya tarik tersendiri, masih banyak keistimewaan lainnya yang bisa Anda dapatkan di Kampung Dipowinatan. Konsep wisata yang menjadi andalan di Kampung Dipowinatan adalah blusukan. Anda akan ditemani untuk berjalan-jalan mengelilingi Kampung Dipowinatan. Selain itu, Anda juga akan diajak bertamu ke salah satu keluarga Jawa, di mana para wisatawan harus menggunakan pakaian adat Jawa dan Anda pun akan dijamu dengan masakan khas Jawa, termasuk jajanan pasar yang menggiurkan dan bercita rasa khas.

Anda juga bisa mencoba paket wisata unik di Kampung Dipowinatan. Konsep wisata ini dikemas dalam format reality life, di mana Anda akan diajak menyelami sekaligus menikmati rutinitas kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Inilah yang unik, misalnya jika ada salah satu warga yang sedang menggelar hajatan pernikahan, maka para wisatawan akan diajak untuk menghadiri acara perkawinan itu (dalam istilah Jawa disebut njagong).

Bukan hanya sekadar datang saja, para wisatawan juga diminta untuk berinteraksi secara aktif dalam acara tersebut, misalnya dengan ikut menyumbang atau bahkan secara langsung membantu pelaksanaan terselenggaranya hajatan itu, misalnya dengan ikut memasak bersama ibu-ibu Kampung Dipowinatan atau dengan cara bergotong-royong bersama segenap penduduk membantu hal-hal teknis lainnya. Masih ada acara-acara khas kehidupan bermasyarakat lainnya yang bisa juga diikuti oleh para pengunjung, misalnya khitanan, upacara nyewu, pertemuan warga, rapat kampung, kenduri, dan lain sebagainya.

Selain bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang dihelat di kampung, para wisatawan juga akan diajak berkunjung ke Taman Kanak-kanak Pamardisiwi untuk melihat dan mengikuti proses pembelajaran di sana. Para siswa dan siswi Taman Kanak-kanak Pamardisiwi akan menyuguhi wisatawan dengan berbagai macam atraksi dan pentas seni, salah satu di antaranya adalah pertunjukan drum band.

Anda pun akan diajak untuk merasakan wisata sejarah sekaligus wisata religius dengan mengunjungi dan berziarah ke Makam Kintelan, di mana salah seorang sesepuh Yogyakarta, yakni Syech Mojo Agung, dikebumikan. Obyek wisata sejarah lainnya yang masih menjadi rangkaian dalam paket wisata Kampung Dipowinatan adalah mengunjungi Dalem Joyodipuran. Tempat ini pernah menjadi saksi berbagai peristiwa bersejarah, salah satunya adalah sebagai tempat penyelenggaraan Kongres Jong Java yang digelar pada tanggal 25-31 Desember 1928. Sebelumnya, sejak tanggal 22 hingga 25 Desember 1928, Dalem Joyodipuran dipercaya sebagai tuan rumah untuk menghelat penyelenggaraan Kongres Perempuan I. Di masa sekarang, selain digunakan sebagai monumen bersejarah, Dalem Joyodipuran juga difungsikan untuk kantor Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta.

Di dalam area Kampung Dipowinatan sendiri menawarkan suasana klasik berupa bangunan tua yang sengaja dibiarkan di tengah kampung, dan hingga kini masih terpelihara rapi. Adanya bangunan tua tersebut membuat suasana Jogja tempoe doeloe semakin terasa di Kampung Dipowinatan. Hal-hal yang bernuansa tradisional seperti inilah yang sangat diminati oleh wisatawan, terutama turis mancanegara. Untuk semakin membuat pengunjung merasa nyaman, di sekitar rumah-rumah warga Kampung Dipowinatan telah ditanami sejumlah pohon untuk berteduh sehingga suasana kampung akan selalu terlihat asri dan terasa sejuk.

Masih ada juga paket Enjoy the Culture yaitu paket menikmati suasana dalam sebuah pentas kesenian dan berbagai atraksi yang penuh dengan nilai-nilai tradisi Jawa. Berbagai macam kesenian khas Jawa, termasuk tarian dan nyanyian dengan diiringi musik tradisional dengan seperangkat gamelan, telah dipersiapkan untuk menghibur Anda dan rombongan.

C. Lokasi

Kampung Wisata Dipowinatan termasuk ke dalam daerah administratif Kelurahan Keparakan, Kecamatan Mergangsan, Kotamadya Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

D. Akses

Lokasi Kampung Wisata Dipowinatan sangat mudah untuk dijangkau karena letaknya relatif dekat dengan pusat Kota Yogyakarta, kira-kira hanya berjarak 1 kilometer dari Malioboro. Dari Kantor Pos Besar yang menjadi titik 0 (nol) kilometer Kota Yogyakarta, Anda hanya perlu beringsut sedikit menuju ke arah timur hingga sampai perempatan Gondomanan, kemudian dilanjutkan ke selatan kira-kira sejauh 500 meter. Setelah sampai di depan Purawisata, Anda bisa langsung masuk ke arah timur untuk menuju lokasi Kampung Wisata Dipowinatan. Jika Anda menggunakan taksi, paket travel atau tur wisata, lokasi Kampung Dipowinatan bukanlah jadi masalah karena Anda pasti akan langsung diantar sampai ke tujuan.

E. Harga Tiket

Selain bisa berkunjung secara mandiri, Anda bisa juga menyediakan paket wisata untuk dapat menikmati semua rangkaian kegiatan yang dilakukan di Kampung Wisata Dipowinatan. Untuk harga tiket masuk atau pun tarif paket wisatanya, Anda dapat menghubungi langsung pengelola Kampung Wisata Dipowinatan melalui email: ito_marsito@yahoo.com, bisa juga melalui telepon dengan nomor (0274) 386510, (0274) 386510, atau 0811267712.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Anda tidak perlu mencemaskan mengenai akomodasi dan fasilitas pendukung yang tersedia di Kampung Wisata Dipowinatan karena cukup dekatnya jarak kampung ini dengan pusat keramaian Kota Yogyakarta. Untuk tempat menginap, misalnya, Anda tidak usah khawatir karena penduduk Kampung Dipowinatan berbaik hati menyisihkan ruangan di rumahnya bagi Anda dan rombongan untuk bermalam. Konsep homestay ini memang sengaja digagas sedemikian rupa dan sudah termasuk dalam paket wisata Kampung Dipowinatan. Salah satu tujuannya adalah untuk menjalin kedekatan yang lebih erat antara pengunjung dengan warga masyarakat Dipowinatan.

Apabila Anda hanya sekadar berkunjung tanpa harus mengikuti semua rangkaian yang ditawarkan dalam paket wisata, Anda dapat dengan mudah mencari hotel, wisma, atau penginapan untuk bermalam. Di Kota Yogyakarta terdapat berbagai macam opsi tempat bermalam yang dapat Anda pilih, dari hotel berbintang sampai losmen-losmen kelas melati dengan harga yang sangat terjangkau.

Letak Kampung Dipowinatan yang dekat dengan pusat nadi Kota Yogyakarta sangat memungkinkan Anda untuk sekaligus mengunjungi berbagai macam obyek wisata lainnya, seperti Kraton Yogyakarta, Malioboro, Purawisata, Tamansari, Alun-Alun Kidul, dan lain sebagainya. Berbagai tempat yang menyediakan oleh-oleh khas Yogyakarta pun bisa Anda jangkau dengan sangat mudah.


Teks: Iswara N. Raditya
Foto: Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 8574 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Gambiran No. 85 Yogyakarta 55161 - Indonesia.
Telp. 0274 8373005/ 0274 414233
Email : maharatu@maharatu.com - maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya