English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Minggu, 26 Oktober 2014

Gua Rancang Kencono

Gua Rancang Kencono - Photo by Fajar Kliwon

Rating : 2.6 ( 8 pemilih )

GUA RANCANG KENCONO

Alamat : Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Yogyakarta

Koordinat GPS : -7.951372,110.50528

Share



A. Selayang Pandang

Sebagai daerah perbukitan karst, di Gunungkidul terdapat banyak ruang-ruang yang tersembunyi di balik perut bumi atau yang biasa dikenal dengan nama gua. Mulai dari gua dengan lorong vertikal (luweng) atau gua dengan lorong horizontal, semuanya ada di Gunungkidul. Dari sekian banyak gua-gua yang sudah eksplorasi oleh para peneliti, ada satu gua yang keberadaannya sudah diketahui sejak lama, yakni sekitar 300-an tahun yang lalu. Gua tersebut adalah Gua Rancang Kencono yang terletak di kawasan Desa Wisata Bleberan, Playen.

Gua yang memiliki ruang lapang berukuran 20m x 20m di dalamnya tersebut pernah digunakan sebagai tempat pertemuan Pangeran Diponegoro dan Sentot Prawirodirjo guna menyusun strategi penyerangan terhadap Belanda. Menurut buku “Legenda & Budaya Desa Bleberan” yang diterbitkan oleh pemerintah Desa Bleberan, Gua Rancang Kencono ditemukan pada tahun 1720. Kala itu ada beberapa Laskar Mataram yang melarikan diri dari kejaran Belanda. Dalam pelariannya, dua anggota Laskar Mataram yang bernama Kyai Putut Linggo Bowo dan Kyai Soreng Pati menemukan sebuah gua yang dapat digunakan untuk beristirahat.

Gua yang aman dan memiliki tempat yang lapang didalamnya ini kemudian dijadikan tempat peristirahatan dan persembunyian untuk beberapa waktu. Laskar Mataram acapkali berkumpul di tempat tersebut untuk menyusun strategi penyerangan. Atas dasar itulah mengapa gua ini diberi nama Rancang Kencono. Kata rancang yang berasal dari bahasa Jawa, berarti rencana, sedangkan kencono berarti emas yang mulia. Rancang Kencono bisa diartikan sebagai gua yang digunakan untuk merancangkan perbuatan-perbuatan yang bersifat mulia.

Selain sebagai tempat menyusun strategi, beberapa Laskar Mataram yang suka bertapa guna mendapatkan wisik/wangsit (petunjuk) dari Sang Pencipta juga menjadikan Gua Rancang Kencono sebagai tempat bertapa. Di dalam gua ini memang terdapat satu ruangan kecil berukuran 3x3 m dengan celah masuk yang teramat sempit. Ruangan itulah yang dulunya dijadikan sebagai tempat semedi. Biasanya, dalam semedinya para pejuang tersebut akan mendapatkan wangsit mengenai apa yang harus mereka lakukan ke depannya dalam melawan penjajahan Belanda.

Setelah masa peperangan berakhir, Gua Rancang Kencono tidak lagi dipergunakan untuk aktivitas apapun. Gua alam tersebut dibiarkan begitu saja, paling-paling hanya dikunjungi oleh masyarakat lokal. Namun, saat ini telah muncul kesadaran dalam diri masyarakat untuk menjaga potensi alam yang sarat dengan nilai-nilai historis. Selain itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul juga menjadikan Gua Rancang Kencono sebagai salah satu wisata sejarah unggulan kabupaten. Oleh karena itu, lokasi di sekitar obyek wisata Gua Rancang Kencono mulai dibenahi dan ditata untuk menyambut wisatawan.

B. Keistimewaan

Aroma khas perbukitan karst dan pohon jati begitu kental terasa saat Anda menginjakkan kaki di pelataran gua. Wajar saja, hal ini dikarenakan Gua Rancang Kencono terletak di tengah-tengah perbukitan kapur dan dan hutan jati. Tak perlu berjalan jauh dari tempat parkir kendaraan, Anda akan segera menemukan sebuah ceruk yang dipayungi pohon tlumpi besar dan usianya diperkirakan mencapai ratusan tahun. Untuk mencapai dasar ceruk yang merupakan pintu masuk gua, Anda harus menuruni sejumlah anak tangga terlebih dulu.

Satu keistimewaan Gua Rancang Kencono dibandingkan dengan gua-gua lainnya adalah ditemukannya tempat yang lapang di tengah-tengah gua. Tempat lapang ini seringkali digunakan untuk acara sarasehan, camping, bahkan warga setempat juga sering menggunakannya sebagai arena bermain bulutangkis. Ruangan seluas 20x20 m dengan ketinggian 12 m ini tidak begitu gelap karena masih mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Gua Rancang Kencono tidak begitu banyak berhias ornamen, hanya stalagtit yang mengantung di langit-langit gua. Namun ketiadaaan stalagmit di tempat ini justru akan memudahkan wisatawan yang ingin melakukan aktivitas di sekitar gua. Bagi wisatawan yang suka tantangan dan tidak memiliki pobhia terhadap ruangan sempit dan gelap dapat mencoba ruangan yang dulu sering digunakna untuk bertapa. Untuk dapat masuk ke ruangan tersebut wisatawan harus melewati celah yang sangat sempit, sehingga bagi wisatawan yang memiliki postur tubuh besar tidak disarankan untuk memasuki celah tersebut. Di dalam ruangan yang gelap gulita tersebut terdapat tulisan serta gambar bendera merah putih di salah satu sisi dindingnya.

Setelah usai mengeskplorasi Gua Rancang Kencono, Anda dapat melanjutkan perjalanan Anda dengan mengunjungi obyek wisata lain yang letaknya berdekatan. Salah satunya adalah Air terjun Sri Gethuk yang berlokasi di tepi Sungai Oyo. Menurut cerita, ada sebuah lorong yang menghubungkan antara Gua Rancang Kencono dengan Air Terjun Sri Gethuk. Oleh karena itu, air terjun yang hanya berjarak sekitar 1 km ini ada baiknya Anda kunjungi untuk menggenapi perjalanan Anda di Rancang Kencono.

C. Lokasi

Gua Rancang Kencono terletak di Padukuhan Menggoran II, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

D. Akses

Bagi wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadi, akses menuju Gua Rancang Kencono memang terbilang sulit, sebab tidak ada angkutan umum yang melayani trayek hingga Desa Bleberan. Angkutan umum yang ada hanya sampai di Kecamatan Playen. Oleh karena itu wisatawan disarankan membawa kendaraan pribadi.

Sedangkan bagi wisatawan yang membawa kendaraan pribadi dari Yogyakarta, ada dua jalur yang dapat dilewati untuk menuju tempat ini. Jalur pertama adalah melalui koridor utama Yogyakarta – Piyungan – Patuk – Pertigaan Gading – Playen – Bleberan. Jalur ini merupakan jalur utama wisatawan saat mengunjungi Kabupaten Gunungkidul. Sedangkan jalur yang kedua adalah melewati rute Yogyakarta – Imogiri – Panggang – Playen – Bleberan.

Jalan yang akan dilewati oleh wisatawan sudah jalan aspal, meski di beberapa bagian sudah bergelombang. Namun, sekitar lima menit perjalanan menuju Gua Rancang Kencono, jalan aspal akan berganti dengan jalan tanah berlapiskan batu kapur. Oleh karena itu, wisatawan sebaiknya tidak membawa mobil dengan ground clerence rendah. Akan lebih baik jika wisatawan memakai sepeda motor atau mobil off road.

E. Harga Tiket

Untuk menikmati keindahan Goa Rancang Kencono yang pernah digunakan sebagai tempat persembunyian Pangeran Diponegoro dari kejaran Belanda, wisatawan cukup membayar biaya retribusi sebesar Rp 3.000,00. Jika wisatawan ingin melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi Air Terjun Sri Gethuk yang hanya berjarak kurang lebih 1 km dari Gua Rancang Kencono, wisatawan tak perlu membayar retribusi lagi. Untuk biaya parkir, Anda cukup membayar Rp 1.000,00.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Sebagai obyek wisata yang sedang dalam tahap pengembangan, beberapa fasilitas juga mulai dibangun di sekitar Gua Rancang Kencono. Salah satunya adalah bumi perkemahan yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Di bumi perkemahan ini juga pernah digelar acara Festival Kesenian Gunung Kidul. Bagi Anda yang suka camping, Anda bisa menghubungi pemerintah Desa Bleberan untuk memakai tempat tersebut.

Selain bumi perkemahan, di dekat Gua Rancang Kencono juga terdapat kolam pemancingan yang dikelilingi gazebo dan dapat digunakan sebagai tempat bersantai. Selain itu, Anda juga dapat melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk yang terletak di tepi Sungai Oyo, dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Gua Rancang Kencono.


Teks: Elisabeth Murni
Foto: Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 9096 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Gambiran No. 85 Yogyakarta 55161 - Indonesia.
Telp. 0274 8373005/ 0274 414233
Email : maharatu@maharatu.com - maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya

OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 418
     Hari ini: 5.875
     Kemarin : 7.668
     Minggu lalu : 51.326
     Bulan lalu : 201.211
     Total : 8.201.062
    Sejak 20 Mei 2010