English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Rabu, 23 April 2014

Masjid Agung Magelang

Masjid Agung Magelang - Photo by cahnggarjo.blogspot.com

Rating : 1 ( 1 pemilih )

MASJID AGUNG MAGELANG

Alamat :

Koordinat GPS :

Share



A. Selayang Pandang

Di mana pun kota-kota di Indonesia, tata kotanya selalu memilki alun-alun dengan masjid agung yang terletak di sebelah baratnya. Tak terkecuali Kota Magelang, sebuah kota yang telah berusia 1104 tahun ini juga memiliki masjid bersejarah yang terletak di sebelah Barat Alun-alun, yakni Masjid Agung Payaman Magelang.

Menurut Sejaranya, Masjid Agung ini merupakan pusat penyiaran agama Islam di Magelang dan sekitarnya. Awalnya, masjid ini hanyalah sebuah mushala yang dibangun oleh Kiai Mudzakir sekitar 400 tahun lalu. Kiai dari Jawa Timur ini mendirikan mushala dalam upaya mengenalkan agama Islam kepada masyarakat setempat. Tempat ibadah yang berlokasi di Jalan Tentara Pelajar atau sisi barat alun-alun Kota Magelang mulai diubah bentuknya dari mushala menjadi masjid pada saat Magelang dipimpin oleh Bupati ke-3 Magelang Danuningrat pada 1779. Selanjutnya pada 1935, masjid itu direnovasi lagi oleh Bupati ke-5 Magelang, Danu Sugondo.

Sampai sekarang, di dalam masjid itu masih terdapat tempat khusus untuk shalat bupati tempo dulu. Ruangan itu berbentuk segi empat dan dindingnya berukir tahun 1779. Bila digunakan bupati untuk shalat, ruangan itu ditutupi kelambu. Ruang utama Masjid Agung berukuran 10 X 10 m. Masjid ini juga memiliki serambi kanan dan kiri, sedangkan serambi depan diberi kubah pada bangunannya dengan ukuran 14 X 10 m. Pada 1981, oleh Wali Kota Magelang A. Bagus Panuntun, masjid ini dibuatkan serambi 6 x 20 meter serta menara. Wali Kota H Fahriyanto membangunkan pagar sebelah utara serta meratakan tanah halaman masjid dan kemudian dipaving.

Sebagaimana pakem masjid agung lainnya, Masjid Agung Magelang juga dilengkapi dengan menara dan beduk, sebagai sarana menandai manjing waktu sholat dan mengumandangkan adzan.

B. Keistimewaan

Keistimewaan dari keberadaan masjid ini adalah jamaahnya tidak pernah sepi selama 24 jam. Selama bulan Puasa, masjid ini selalu ramai terutama mulai shalat zuhur hingga waktu shalat tarawih. Umat Islam yang shalat di situ tidak hanya warga Kota Magelang tetapi juga warga Kabupaten Magelang. Biasanya, para jamaah sambil menunggu waktu sholat tiba, mereka yang bernazar atau berkeinginan berjamaah selama 40 hari, biasanya mengaji Al-Qur’an di ruangan masjid. Mereka hanya sholat dan mengaji saja. Sedangkan, untuk kebutuhan sehari-hari ada yang membeli di warung-warung makan sekitar masjid, ada pula yang dikirim dari keluarganya, dan ada pula yang membayar uang makan bulanan kepada warga setempat.

Berbagai acara keagamaan yang biasa digelar setiap Ramadhan di Masjid Agung Magelang seperti membaca atau semaan (mendengar) Al-Quran dilakukan selama sebulan penuh. Semaan ini digelar untuk para musafir dan perantau yang sengaja datang dari berbagai kota di Jawa. Mereka sengaja datang untuk mengikuti semaan Al-Quran yang dipimpin Kiai Haji Nawawi, Pimpinan Pondok Pesantren An-Nur Magelang. Untuk mengikuti semaan ini, peserta harus bermalam di masjid setempat atau menginap di rumah-rumah penduduk sekitar. Para musafir yang kebetulan lewat atau mampir di Masjid Agung Magelang juga bisa mengikuti semaan.

Semaan biasanya digelar mulai pukul 09.00 WIB hingga waktu dzuhur. Acara kemudian dilanjutkan sejak habis shalat ashar hingga menjelang maghrib. Jemaah yang mengikuti semaan khusus ini biasanya sebanyak 100 hingga 200 orang. Peserta kebanyakan kaum dewasa atau orang tua. Biasanya semaan Al-Quran khusus ini akan berakhir beberapa hari menjelang datangnya Idul Fitri.

Setiap sore pada bulan Puasa, Masjid Agung selalu menyediakan makanan berbuka untuk 200-an orang berupa nasi bungkus dan minuman. Yang menyumbang makanan adalah warga Kauman di sekitar masjid secara bergantian. Sehabis shalat tarawih, juga disediakan takjil untuk 100 orang. Jumlah jamaah memang mencapai puncaknya pada bulan Romadhan, yaitu bisa mencapai 300 orang.

Selain keistimewaan ritual ibadah di masjid, bila Anda mengunjungi kompleks masjid ini, Anda juga bisa mempelajari tata kota praja khas Jawa. Di mulai dari alun-alun, tata kota praja merumuskan alun-alun sebagai pusat cakrawala dunia. Di sisi selatan terdapat bangunan keraton, tempat tinggal raja sebagai perwujudan simbol politik. Masjid dengan pemukiman kauman, sebagai tempat tinggal para abdi dalem pemetakan atau kaum santri merupakan simbol religius keagamaan. Sisi timur terdapat bangunan pajeksan (penjara) sebagai lambang tegaknya hukum. Agak jauh di sisi utara alun-alun terdapat pasar sebagai perwujudan perekonomian. Satu hal yang membedakan kota raja dan kota kadipaten adalah keberadaan bangunan pendopo kadipaten yang terletak di sisi utara alun-alun.

C. Lokasi

Masjid Agung Magelang terletak di Jalan Tentara Pelajar, Kota Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.

D. Akses

Masjid Agung Magelang Magelang berjarak sekitar 60 km ke arah Barat dari Kota Yogyakarta. Untuk menuju masjid ini, Anda dapat menggunakan moda angkutan darat baik pribadi maupun umum. Untuk kendaraan umum, Anda dapat mengawali perjalanan dari Yogyakarta melalui Terminal Giwangan maupun sub-terminal Jombor. Dari kedua terminal tersebut, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan bus umum antar kota antar provinsi dengan trayek Yogyakarta-Semarang. Dengan bus trayek ini, Anda lantas turun di Terminal Tidar Magelang. Perjalanan bisa Anda lanjutkan dengan menaiki ankutan kota berwarna biru dengan titik pemberhentian di Alun-alun Kota Magelang.

Sedangkan bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat lansung menargetkan tujuan pemberhentian langsung ke Alun-alun Magelang. Jalur tersebut bisa Anda tempuh dari Yogyakarta dengan melintasi Jalan Magelang lantas menuju ke Alun-alun Kota Magelang yang terletak di Jalan Tentara Pelajar.

E. Harga Tiket

Jika pengunjung ingin datang ke Masjid Agung Magelang ini, Anda tidak dikenakan biaya serupiah pun. Semua sajian religi yang tersedia di Masjid ini disajikan secara gratis

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

MAsjid Agung Magelang menyediakan berbagai fasilitas yang dapat mendukung semua kebutuhan religi Anda. Di sekitar masjid ini tersedia berbagai restoran maupun penginapan. Tidak jauh dari masjid ini, berdiri Pondok An-Nur Magelang. Selain akomodasi tersebut, lokasi Masjid Agung Magelang ini juga berdekatan dengan pusat ekonomi Kota Magelang, yakni Kawasan Pecinan Magelang.


Teks: Adi Tri Pramono
Foto: Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 4111 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Gambiran No. 85 Yogyakarta 55161 - Indonesia.
Telp. 0274 8373005/ 0274 414233
Email : maharatu@maharatu.com - maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya

OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 722
     Hari ini: 2.511
     Kemarin : 8.298
     Minggu lalu : 61.298
     Bulan lalu : 261.206
     Total : 6.768.664
    Sejak 20 Mei 2010