English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Jumat, 31 Oktober 2014

Pasar Induk Buah dan Sayur Gamping

Photo by hadiyanta.com

Rating : 1.3 ( 3 pemilih )

PASAR INDUK BUAH DAN SAYUR GAMPING

Alamat : Jalan Wates km 3,5 Gamping Sleman Yogyakarta

Koordinat GPS : -7 47' 54.23", +110 19' 25.46"

Share



A. Selayang Pandang

Kebanyakan pasar-pasar di Indonesia dikelola oleh pemerintah daerah. Namun tidak bagi Pasar Gemah Ripah, seluruh pengelolaannya dilakukan oleh pedagang di pasar tersebut. Pasar Gemah Ripah yang dikenal sebagai Pasar Induk Sayur dan Buah Gamping berdiri pada tahun 1995 dengan luas 1,5 hektar, dan merupakan tempat persinggahan buah dan sayur. Meski disebut sebagai Pasar Induk Buah dan Sayur, namun pedagang-pedagang di pasar ini lebih dominan dalam penjualan buah. Pedagang-pedagang tersebut tergabung dalam wadah Koperasi Gemah Ripah yang jumlahnya 168 lebih.

Awalnya pada tahun 1990, pasar ini berada di Shopping Centre yang berada di kota Yogyakarta. Karena kawasan tersebut akan digunakan sebagai kawasan ruang terbuka hijau, maka pada tahun 1995, pedagang buah dan sayuran dipindahkan ke daerah Pelem Gurih. Tidak semua pedagang pindah ke daerah Pelem Gurih, sebagian masih bertahan di Shopping Centre yang sekarang menjadi Taman Pintar.

Pedagang-pedagang Gemah Ripah termasuk pedagang yang dipindahkan ke daerah Pelem Gurih. Namun 3 bulan berada di Pelem Gurih membuat omzet mereka turun. Akhirnya mereka berinisiatif pindah ke daerah Gamping. Di sinilah mereka membeli tanah masyarakat dengan dana sendiri dan setelah di angsur selama 7 tahun, para pedagang bisa memiliki lahan tersebut. Pasar Gemah Ripah bisa dikatakan mandiri, karena pasar ini tidak dikelola oleh pemerintah daerah. Segala pengelolaan pasar berdasarkan kesepakatan antar pedagang. Karena di dalam naungan koperasi, segala bentuk transaksi harus melalui koperasi terlebih dahulu.

Tata ruang Pasar Induk Buah dan Sayur Gamping ini pun dibuat berdasarkan kesepakatan antar pedagang dan untuk mempermudah proses angkut dan bongkar muat, pasar ini dibagi menjadi 6 blok. Jumlah kios di pasar sebanyak 139 kios dengan setiap kios mempunyai ukuran 4 x 9 meter.

Pasar Induk Sayur dan Buah Gamping ini, bisa disebut pasar transit. Buah yang datang sebenarnya hanya singgah di pasar ini, kemudian oleh pedagang buah tersebut disortir dan diklasifikasikan berdasarkan kualitas. Pedagang yang melakukannya akan memperoleh komisi dari penjual asal buah tersebut.

Jumlah masuk-keluar truk di bukan musim panen mencapai sekitar 70 truk, namun pada saat musim panen bisa mencapai 75 – 150 truk. Truk yang masuk pasar tidak langsung melakukan bongkar muat. Setiap truk harus mengambil nomor antrian dan harus menunggu hingga mendapat gilirannya. Ini dilakukan supaya tertib dan tidak terjadi kekacauan dalam proses bongkar muat. Bongkar muat biasanya dilakukan oleh kuli panggul yang biasa dibayar Rp 60.000,00 per truk.

Sudah banyak pasar tradisional yang berubah dalam pengelolaannya. Tujuannya untuk membuat masyarakat nyaman dalam berbelanja. Dengan perubahan tersebut, kini saatnya masyarakat kembali dan mencintai pasar tradisional.

B. Keistimewaan

Buah yang masuk ke pasar kebanyakan merupakan buah lokal. Namun, tak sedikit buah impor juga masuk ke pasar ini. Ada sebanyak 4 kios yang menangani buah impor tersebut. Buah lokal yang masuk seperti apel, alpukat, jeruk, melon, nanas, mangga, pisang, salak, dan semangka. Buah lokal yang masuk berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Banyuwangi, Blitar, Jember, Malang, Madiun, Nganjuk, Tulungagung, dan Situbondo. Buah asal Sulawesi, Kalimantan, dan Bali pun masuk ke pasar ini. Untuk sistem penjualan buah di Pasar Induk Gamping ternyata sudah terpola. Buah kebanyakan didatangkan dari wilayah timur, kemudian segmen pasar ditujukan kepada pembeli di wilayah barat seperti Purworejo, Kebumen, Cilacap, Tegal, Ciamis, Cirebon, Tasikmalaya, dan Jakarta.

Untuk buah asal Yogyakarta yang masuk ke pasar adalah melon, salak, dan semangka. Untuk buah impor yang masuk ke Pasar Gamping ini adalah apel, pir, jeruk, kelengkeng dan anggur. Apel didatangkan dari Amerika dan Cina, pir dari Cina, jeruk dari Brazil dan Argentina, Kelengkeng dari Thailand, sedangkan Anggur didatangkan dari Amerika.

Strategi penjualan di pasar ini, yaitu pembeli harus membeli dalam partai besar atau grosir. Ini berlaku untuk seluruh buah kecuali untuk semangka dan melon. Biasanya pembeli harus membeli minimal satu keranjang buah. Satu keranjang buah mempunyai berat sekitar 65 kilogram dan masing-masing buah mempunyai variasi harga. Sementara untuk harga buah impor lebih tinggi dibanding buah lokal. Permintaan akan buah di pasar ini tidak hanya datang dari perorangan saja, namun juga dari supermarket.

Sementara untuk masalah keamanan tak perlu dikhawatirkan. Anda akan aman jika masuk pasar ini. Pengelola telah bekerjasama dengan aparat kepolisian dan tokoh masyarakat sekitar pasar. Adanya kerjasama tersebut, bisa dirasakan manfaatnya dengan tidak adanya pungutan liar dari dinas ataupun preman.

C. Lokasi

Pasar Induk Buah dan Sayur terletak di Jalan Wates km 3,5 Gamping Sleman Yogyakarta

D. Akses

Dari arah Kota Yogyakarta, Anda dapat mencapai pasar ini dengan mengambil rute Yogyakarta-Gamping. Jika menggunakan kendaraan umum dari Terminal Giwangan, Anda bisa naik bus kota jalur 15 yang akan berhenti di pasar Gamping. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi jarak tempuh kurang lebih 45 menit dari pusat Kota Yogyakarta.

E. Harga

Di Pasar Induk Sayur dan Buah Gamping ini, Anda tidak dipungut biaya apapun, hanya jika belanja Anda harus mengeluarkan uang sesuai kebutuhan yang dibeli. Namun, bagi wisatawan yang membawa kendaraan pribadi berupa motor dikenai biaya parkir sebesar Rp 1.000,00 dan mobil sebesar Rp 2.000,00.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di Pasar Induk Sayur dan Buah Gamping ini fasilitas umum yang disediakan pasar ini di antaranya kantor pengelolaan pasar, pos keamanan pasar, areal parkir, toilet, dan mushola. Di sekitar pasar Gamping juga terdapat minimarket, ATM Bank, Bank Pasar dan Pasar Tradisional yang ada di depan Pasar Induk Sayur dan Buah Gamping. Selain itu juga terdapat areal parkir penitipan motor inap serta pangkapan ojek dan becak.


Teks: Andreas Eko Wahyu S
Foto: Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 11062 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Gambiran No. 85 Yogyakarta 55161 - Indonesia.
Telp. 0274 8373005/ 0274 414233
Email : maharatu@maharatu.com - maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya

OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 367
     Hari ini: 469
     Kemarin : 7.431
     Minggu lalu : 57.053
     Bulan lalu : 201.211
     Total : 8.243.858
    Sejak 20 Mei 2010