English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Kamis, 24 April 2014

Museum Sonobudoyo

Photo by Mahyudin Al Mudra

Rating : 1.7 ( 3 pemilih )

MUSEUM SONOBUDOYO

Alamat :

Koordinat GPS :

Share



A. Selayang Pandang

Mengunjungi museum adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengenal kembali sejarah dan budaya yang mulai terlupa. Sebagai daerah yang kaya akan nilai sejarah dan budaya, Yogyakarta memiliki banyak museum dengan keistimewaannya masing-masing. Sebut saja Museum Batik, Museum Kereta, Museum Anak Kolong Tangga, Museum Gunung Merapi, Museum Wayang Kekayon, Museum Affandi, dan masih banyak lainnya. Nah, selain museum-museum tersebut, salah satu dari sejumlah museum di Kota Yogyakarta yang layak dikunjungi adalah Museum Sonobudoyo.

Museum Sonobudoyo merupakan museum terlengkap di Indonesia setelah Museum Nasional Jakarta terkait dengan bidang seni dan kebudayaan. Pada mulanya, Museum Sonobudoyo yang memiliki puluhan ribu koleksi artefak bersejarah ini adalah sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali, dan Lombok. Yayasan itu bernama Java Istituut yang berdiri pada tahun 1919 di Surakarta. Pada tahun 1924 yayasan ini mencanangkan akan mendirikan sebuah museum di Yogyakarta. Akhirnya panitia perencana pendirian museum pun dibentuk.

Setelah melalui rentang sejarah yang cukup panjang, Museum Sonobudoyo diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana VII pada 6 November 1935. Peresmian ini ditandai dengan candra sengkala “Kayu Kinayang Ing Brahmana Budha”. Pada masa pendudukan Jepang, museum ini dikelola oleh Kantor Sosial Bagian Pengajaran. Kemudian setelah perang kemerdekaan dikelola oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta DIY). Pada akhir tahun 1974, Museum Sonobudoyo sempat diserahkan ke Pemerintah Pusat/Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian semenjak otonomi daerah, pengelolaan Museum Sonobudoyo dikembalikan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DIY.

Saat ini Museum Sonobudoyo terbagi menjadi dua unit yang berada di dua tempat terpisah. Unit I memiliki bangunan utama berbentuk rumah joglo bergaya Masjid Keraton Kasepuhan Cirebon terletak di dekat Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Bangunan ini dilengkapi dengan pendapa kecil dan pendapa besar, gandok kiri kanan, dan berbagai bangunan pendukung lainnya. Sedangkan Museum Sonobudoyo Unit II terletak di daerah Wijilan.

B. Keistimewaan

Berbeda dengan museum-museum lain yang biasanya hanya terkonsentrasi pada satu hal saja – misalnya Museum Batik hanya berkutat pada masalah batik, Museum Wayang hanya berkutat pada seluk-beluk perwayangan – maka Museum Sonobudoyo merupakan museum yang bersifat umum. Ada 10 jenis koleksi Museum Sonobudoyo yang dikategorikan sebagai berikut: koleksi Geologi, Biologi, Etnografi, Arkeologi, Historika, Numismatika, Filologika, Keramologika, Senirupa, dan Teknologi.

Anda yang tertarik dengan koleksi Etnografi, Arkeologi, Nimismatika, Keramologika dan Filologika dapat mengunjungi Museum Sonobudoyo Unit I, sedangkan sisanya terdapat di Museum Sonobudoyo Unit II.

Bagi Anda yang memiliki ketertarikan khusus dengan senjata keris, Museum Sonobudoyo merupakan tempat yang tepat untuk dikunjungi. Museum ini menyimpan sekitar 1200-an keris yang berasal dari berbagai penjuru nusantara dengan beragam tipe. Keris-keris Jawa yang disimpan berupa keris lurus, keris luk 7, keris luk 11, keris luk 13, dan keris dengan berbagai motif pamor. Sedangkan keris dari luar Jawa antara lain rencong dari Aceh, mandau dari Kalimantan, keris dari Madura dan Bali, serta keris dari Sulawesi. Tak hanya keris, Museum Sonobudoyo juga menyimpan Wesi Buddha yang merupakan bahan baku pembuatan keris yang biasa digunakan sekitar tahu 700-an Masehi.

Koleksi lain yang dimiliki oleh Museum Sonobudoyo adalah benda-benda peninggalan dari masa prasejarah hingga masa Islam. Koleksi tersebut antara lain kapak batu, kubur batu, teracota, wayang, topeng, kain batik, dan lain-lain. Salah satu koleksi unggulannya adalah topeng emas Puspasarira yang terbuat dari bahan emas, topeng tersebut merupakan perwujudan dari Ratu Gayatri. Museum Sonobudoyo juga menyimpan buku-buku dan naskah yang berkaitan dengan kebudayaan. Oleh karena itu, museum ini acapkali menjadi tempat penelitian maupun tempat mencari referensi buku.

C. Lokasi

Museum Sonobudoyo terbagi menjadi dua unit yang lokasinya terpisah. Unit I terletak di Jl. Trikora no 6 Yogyakarta, sedangkan Unit II terletak di Ndalem Condrokiranan, Wijilan, Yogyakarta.

D. Akses

Terletak di dekat kompleks Keraton yang berada di jantung Kota Yogyakarta menjadikan akses menuju Museum Sonobudoyo sangat mudah. Berbagai moda transportasi yang dapat digunakan untuk mencapai tempat ini antara lain kendaraan pribadi, bus kota, bus Transjogja, taxi, becak, andong, dan sepeda. Bahkan bagi wisawatan yang sedang berada di Kawasan Malioboro dapat mencapai tempat ini dengan berjalan kaki ke arah Selatan.

E. Harga Tiket

Harga tiket masuk Museum Sonobudoyo untuk dewasa Rp 3.000,00 dan untuk anak-anak Rp 2.500,00. Bagi wisatawan yang datang berombongan akan dikenai harga lebih murah, yakni Rp 2.500,00 untuk dewasa dan Rp 2.000,00 untuk anak-anak. Sedangkan bagi wisatawan asing dikenai tarif Rp 5.000,00. Wisatawan yang tertarik untuk menyaksikan pagelaran wayang dengan durasi singkat dapat membayar biaya tambahan sebesar Rp 20.000,00 per orang.

Jadwal buka layanan Museum Sonobudoyo adalah sebagai berikut: Selasa – Kamis (08.00 – 14.00 WIB), Jumat (08.00 – 11.00 WIB), Sabtu dan Minggu (08.00 – 13.00 WIB). Untuk hari Senin, hari besar keagamaan atau libur nasional museum ini tidak menerima kunjungan.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Museum Sonobudoyo telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang dapat digunakan oleh masyarakat ataupun instansi. Fasilitas tersebut antara lain Perpustakan dengan koleksi buku dan naskah yang menggambarkan kebudayan Indonesia, Ruang Laboratorium Konversi, serta Pendopo berbentuk Limas Lambang Tumpang Sari yang berfungsi untuk menerima pengunjung dalam jumlah banyak.

Selain itu, Museum Sonobudoyo juga memiliki Auditorium dan Ruang Serbaguna. Auditorium dua lantai ini terletak di Museum Sonobudoyo Unit I (Jl Trikora No 6.) dengan kapasitas 75 orang untuk lantai pertama, dan 100 orang untuk lantai dua. Sarana yang ada di Auditorium ini adalah AC, sound system, kursi, serta meja seminar. Biasanya Auditorium ini digunakan untuk rapat, pelatihan, atau seminar.

Jika Auditorium terletak di Unit I, maka Ruang Serbaguna terletak di Unit II (Jl Mijilan No 1). Gedung berkapasitas 500 orang ini biasa digunakan sebagai tempat sarasehan maupun pernikahan. Fasilitas yang ada meliputi AC, sound system, kursi lipat, meja seminar, dan ruang transit dengan kapasitas 15 orang.


Teks: Elisabeth Murni
Foto: Koleksi Jogjatrip.com
(
Data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 5739 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Gambiran No. 85 Yogyakarta 55161 - Indonesia.
Telp. 0274 8373005/ 0274 414233
Email : maharatu@maharatu.com - maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya

OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 1.193
     Hari ini: 3.421
     Kemarin : 8.900
     Minggu lalu : 61.298
     Bulan lalu : 261.206
     Total : 6.778.474
    Sejak 20 Mei 2010