
Yogyakarta, Jogjatrip.com -- Sebuah karya seni di acara Bienalle Jogja 2011 mampu mencuri perhatian bagi para pengguna jalan di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Patung raksasa berjudul “Tropic Effect” yang dipajang di depan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret ini mampu mencuri perhatian para pengguna jalan maupun wisatawan yang melintas di kawasan tersebut.
Patung yang memiliki tinggi 6 meter dengan warna perpaduan antara merah dan orange ini berbentuk manusia akar. Kesan kokoh yang tersirat dari bentuk parung mampu menambah nilai artistik dan nuansa seni di kota Yogyakarta. Tak jarang masyarakat yang melintas di kawasan tersebut menyempatkan waktu untuk mampir dan berfoto di bawah patung tersebut sekadar sebagai kenangan.
“Saya baru liburan di Jogja dan jalan-jalan di Malioboro, kebetulan lewat sini dan penasaran lihat patung besar ini. Menarik juga dan nggak ada salahnya foto-foto dulu,” kata Sisil warga Kampung Ambon Jakarta ini.
Patung manusia akar bernama “Tropic Effect” yang melambangkan cinta lingkungan ini merupakan satu dari sembilan karya perupa yang tergabung dalam Khatulistiwa Art Team. Karya-karya para perupa inilah yang menjadi bagian dari perhelatan seni rupa Biennale Jogja 2011. Karya seni patung berbentuk manusia akar ini tampak sedang melangkah dan secara simbolik menyampaikan pesan akan pentingnya langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan di negara tropis. **(Eko Wahyu)