English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Kamis, 24 Mei 2012

JAS Ramaikan Pariwisata di DIY

JAS Ramaikan Pariwisata di DIY

Sebuah pesawat motor mengudara di Pantai Depok (Foto: Trasmara)
16 Desember 2011

Bantul, Jogjatrip.com - Jogja Air Show (JAS) dimulai tadi siang di Pantai Depok, Kabupaten Bantul. Meskipun belum diikuti sepenuhnya oleh para peserta, tapi JAS sudah banyak dilihat oleh para wisatawan yang datang ke Pantai Depok. Mulai besok (Sabtu.red), peserta dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua akan berdatangan.

“Hari ini mungkin baru setengahnya, dan menguji beberapa atlet yang mencoba terbang serta membenahi kekurangan,” kata Arif Effendi, Ketua FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) DIY yang juga Koordinator JAS ketika ditemui Jogjatrip, Jumat (16/12) di Pantai Depok.

Menurut Arif, olahraga dirgantara ini digelar untuk meramaikan parawisata di DIY. JAS ini sebenarnya ajang latihan bersama yang cukup serius karena ada lomba dan games, tapi itu untuk lomba fun saja. “Tujuan kami memberikan hiburan dan memajukan pariwisata,” tandas Arif.

Sejak 2006, perhelatan JAS yang kini telah memasuki tahun ke-5 ini selalu menggandeng Dinas Pariwisata DIY. Pantai Depok dipilih sebagai ajang JAS karena memiliki fasilitas yang memadai. Kini sudah tersedia landasan sepanjang 400 meter. Tanah yang digunakan adalah Sultan Ground berukuran 1000 X 50 meter.

Arif berharap nantinya landasan diperpanjang menjadi 750 meter sehingga bisa didarati pesawat agak besar. “Disamping itu, kami juga bisa mengundang peserta dari luar negeri. Tahun lalu diselenggarakan di Adisutjipto. Di sini masyarakat bisa melihat lebih bebas, jika dibandingkan dengan melihat di pangkalan AU yang harus meninggalkan tanda pengenal. Di samping itu daerah ini bisa ramai dan menguntungkan masyarakat,” katanya.

Ketika nanti landasan telah diperpanjang, maka Arif akan meminta kepada warga di sekitar Pantai Depok untuk membenahi bangunan bertingkat. Hal ini penting karena bangunan bertingkat milik warga akan mengganggu pendaratan pesawat besar, di samping tentunya untuk keselamatan bersama.

Tadi siang, beberapa atlet mencoba pesawat dan gantole jenis towing yang ditarik pesawat track dan mencapai ketinggian tertentu baru dilepas. Biasanya gantole meluncur dari Gunung Parang Gupit, namun karena kondisi angin yang tidak memungkinkan gantole terpaksa harus ditarik.

Menurut rencana, pada Sabtu-Minggu, JAS akan menampilkan terjun payung, paralayang, gantole, paramotor, terbang layang, pesawat swayasa, aeromodeling dan kite surving. “Untuk para pengunjung bisa naik pesawat tapi harus mendaftar dulu dan pesertanya dibatasi,” ujar Arif Effendi. *** (Teguh R Asmara)



Share



Dibaca : 251

Berikan komentar Anda !



OBYEK WISATA





  • www.adicita.com
  • Pengunjung Online

           Online: 632
     Hari ini: 3.512
     Kemarin : 3.710
     Minggu lalu : 34.556
     Bulan lalu : 91.875
     Total : 3.578.438
    Sejak 20 Mei 2010