
Bantul, Jogjatrip.com - Pelukis Joko Pekik dengan naik gethek melarung lukisan babi dan menaburkan bunga di sungai Bedog. Peristiwa itu terjadi pada pembukaan Kasongan Art Festival (KAF), Minggu (18/12) di Dusun Sembungan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, tepatnya di pekarangan rumah Joko Pekik yang berlokasi di pinggir sungai Bedog. Ratusan pengunjung dari masyarakat setempat dan para budayawan menyaksikan peristiwa itu.
KAF yang digagas empat perupa, yakni Timbul Raharjo, Joko Pekik, Nasirun, dan Ibrahim ini akan berlangsung hingga 18 Januari 2012. Dalam KAF ini disajikan berbagai acara, terutama menikmati instalasi bambu dengan menaiki gethek sepanjang 2,5 km, yang dimulai dari tempat Joko Pekik hingga ke tempat Ibrahim.
Bagi masyarakat umum yang ingin naik gethek yang memuat 4 orang tersebut, dikenakan biaya Rp 50.000,00. Soal keamanan, gethek yang terbuat dari paralon dan bambu itu sudah diuji kekuatannya. “Kalau dari bambu saja selalu tenggelam, maka menggunakan paralon,” kata Ketua KAF Timbul Raharjo pada Jogjatrip.
Sebelum acara melarung lukisan babi, diadakan arak-arakan gethek Kyai Song dari jembatan Kasongan. Arak-arakan gethek dari Kasongan menuju tempat Joko Pekik sejauh 3 Km tersebut dikawal oleh pasukan Bergodo Slarong, Drum Band Korem 072/Pamungkas, dan fashion dari mahasiswa ISI. KAF ini dibuka dengan orasi budaya oleh Gunawan Mohamad dan Prof. Nasir Tamara serta wayang milenium oleh Mujar Sankerta. Menyemarakkan KAF digelar pula hadroh sholawat dan panggung kesenian Polda DIY. Sedang pada Sabtu dan Minggu depan akan digelar jatilan, mocopat, dan diakhiri dengan pentas wayang kulit.
Bagi pengunjung yang akan menikmati suasana sungai Bedog dengan menggunakan gethek terbagi dalam 4 venue, pertama, di tempat Joko Pekik, kedua pelukis Nasirun (di tempat ini peserta bisa belajar melukis), ketiga di tempat Timbul Raharjo sambil menikmati hadroh, dan keempat di tempat Ibrahim (peserta bisa melihat cara pembuatan tungku). “Semua bisa belajar di sana,” kata Timbul Raharjo.
Prof. Nasir Tamara dalam orasi kebudayaan menyatakan sangat kagum atas prakarsa 4 perupa, yakni Joko Pekik, Timbul Raharjo, Nasirun dan ibrahim. Mereka dinilai sangat peduli dengan kebersihan sungai. “Semoga dari sungai Bedog ini bisa ditiru oleh yang lain dalam menata lingkungan terutama sungai,” kata Nasir Tamara. *** (Teguh R Asmara)