English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Kamis, 24 Mei 2012

Mengukuhkan Kebhinnekaan Jogja Lewat Festival Budaya Tionghoa

Mengukuhkan Kebhinnekaan Jogja Lewat Festival Budaya Tionghoa

Naga liong dari Kostrad pada PBTY tahun 2011 (Foto: Trasmara)
01 Februari 2012

Yogyakarta, Jogjatrip.com – Kampung Ketandan pada 2 Februari mendatang bakal meriah sehubungan dengan digelarnya Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) VII. Tercatat 48 kesenian dari berbagai macam kebudayaan, sekitar 60 % di antaranya merupakan kesenian dari Tionghoa. “PBTY VII akan berlangsung sampai 6 Februari dan ditutup dengan Jogja Dragon Festival yang merebutkan piala dari Sultan Hamengku Buwono X,” kata Tri Kirana Muslidatun, Ketua Umum PBTY VII di Dinas Pariwisata DIY, Selasa (31/1).

PBTY dimulai sepekan sebelum dan berakhir perayaan Cap Go Meh. Acara ini tak lepas dari perayaan Tahun Baru Imlek. Cap Go Meh memiliki arti 15 hari setelah Imlek. Malam Cap Go Meh selalu ditandai dengan bulan purnama penuh yang merupakan awal musim semi. Tradisi yang telah dimulai sejak masa Dinasti Han (2006 Sm 220 M) ini selalu identik dengan lampion. Ketika Cap Go Meh berlangsung, para penduduk beramai-ramai memasang lampion dan raja akan keluar dari istana untuk berpesta.

PBTY VII dengan tema Mengukuhkan Kebhinnekaan Yogyakarta akan mengusung kegiatan Jogja Dragon Festival yang akan diikuti oleh 29 group dan 12 di antaranya adalah festival naga. Dalam Jogja Dragon Festival nanti akan ditampilkan 200 personil TNI-AD dari batalyon 403. “Ini merupakan barisan naga terpanjang,” kata Tri Kirana yang juga istri Haryadi Sayuti, Walikota Yogyakarta.

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X direncanakan akan membuka PBTY VII. Di panggung utama, pada (2/2) akan ditampilkan musik Mandarin, Naga Barongsai Isakuiki, dan Naga Birawa. Kemudian ada tari Tangan Seribu, Paduan Suara Bhakti Putera, Rodat dari Bantul, Shu Fa yang berkaloborasi dengan Didik Nini Thowok, serta lelang lukisan kaligrafi.

Selain itu, di panggung utama juga dipentaskan pula ketoprak Sampek Ing Tay. Sedangkan untuk memeriahkan PBTY, di sepanjang Jl. Ketandan akan didirikan tenda untuk menampung 60 stand kuliner dengan berbagai macam masaka. “Masakan ala Tionghoa diusahakan hadir di sana,” ucap Tri Kirana.

Jogja Dragon Festival sebagai penutup PBTY akan digelar mulai dari area parkir Abu Bakar Ali -sepanjang Malioboro – dan berakhir di Titik Nol. Acara ini direncanakan akan berlangsung mulai Pukul 18.00 WIB. Jogja Dragon diikuti oleh peserta dari Yogyakarta (4 tim) dan 8 tim dari Magelang, Semarang, Salatiga, Parakan dan Sukabumi dengan merebut hadiah total Rp 27 juta. *** (Teguh R Asmara)



Share



Dibaca : 272

Berikan komentar Anda !



OBYEK WISATA





  • www.adicita.com
  • Pengunjung Online

           Online: 641
     Hari ini: 3.749
     Kemarin : 3.710
     Minggu lalu : 34.556
     Bulan lalu : 91.875
     Total : 3.578.675
    Sejak 20 Mei 2010