English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Jumat, 31 Oktober 2014

Tradisi Padusan Sambut Datangnya Ramadhan

Suasana di Kolam Renang Umbang Tirta ketika padusan (foto:ekowahyu)

Share





19 Juli 2012

Yogyakarta, Jogjatrip.Com Masyarakat di seputaran Yogyakarta pada Kamis (19/7) beramai-ramai mendatangi Kolam Renang Umbang Tirta di kawasan Stadion Kridosono, Yogyakarta untuk melakukan tradisi padusan. Tradisi ini digelar sehari menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.  

Sejak dibuka pukul 06.00 WIB, Kolam Renang Umbang Tirta langsung diserbu masyarakat yang sebagian besar adalah warga Kota Yogyakarta. Kolam renang berukuran 33 x 16 meter ini mulai didatangi masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua.

Kepala Bagian Kolam Renang Umbang Tirta Yogyakarta, Eri Suwarso mengatakan tahun ini antusias masyarakat yang melakukan padusan cukup banyak dibandingkan tahun lalu. Pihaknya menargetkan bisa menarik 1.100 orang pengunjung selama tradisi padusan ini berlangsung.

“Kalau tahun lalu ada 1.049 pengunjung yang datang saat padusan, kali ini kami optimis bisa menarik pengunjung yang lebih banyak lagi. Target kami 1.100 orang. Menjelang sore nanti biasanya semakin ramai. Sebagian besar yang datang adalah keluarga,” kata Eri.

Pada hari biasa, Kolam Renang Umbang Tirta dikunjungi setidaknya 100-150 orang. Meskipun ketika tradisi padusan jumlah pengunjung mengalami peningkatan yang signifikan, namun pihak pengelola Kolam Renang Umbang Tirta tidak menaikkan harga tiket dan masih tetap memakai harga seperti hari biasa, yaitu Rp 7000,00 per orang, baik untuk anak-anak maupun dewasa.

Kolam Renang Umbang Tirta menjadi salah satu tempat padusan yang cukup diminati oleh masyarakat pasalnya lokasi tempat ini cukup strategis, yakni berada di tengah kota. Selain itu, harga yang terjangkau dan kualitas air yang bagus membuat masyarakat memilih tempat ini sebagai lokasi padusan.

Budi Purwanto, seorang pengunjung  yang ditemui jogjatrip mengatakan, “Ini sudah tradisi sejak dulu tiap kali sebelum puasa. Padusan itu adalah membersihkan diri sebelum menjalankan ibadah puasa,” kata warga yang tinggal di seputaran Jalan Kaliurang, Kabupaten Sleman itu.

Ramainya warga yang datang untuk melakukan tradisi padusan telah diantisipasi oleh pihak pengelola kolam renang. Meskipun selama ini tidak pernah ada insiden selama padusan, namun untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pihak pengelola kolam renang telah menyiapkan sejumlah tenaga keamanan yang terdiri 5 penjaga kolam, 2 dari pihak PDAM, serta 2 orang dari pihak kepolisian.

Tradisi padusan berasal dari kata adus yang berarti mandi. Tradisi ini biasa digelar menjelang bulan Ramadhan tiba sebagai upaya untuk membersihkan diri. Jika di Jawa dikenal dengan tradisi padusan, maka di luar Jawa juga dikenal pula tradisi sejenis, seperti mandi balimau (Melayu) dan belangiran (Lampung). ***(Eko Wahyu)


Dibaca : 486

OBYEK WISATA